Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 26 Oktober 2016

Anak Ini Mengakui Mencuri Uang Gurunya, Jawaban Ibunya Membuat Polisi dan Gurunya Diam....

Seorang ibu tiba-tiba menerima telepon dari guru anaknya pada jam kantor. Guru berkata anaknya mencuri uang di sekolah. Ibu ini nyaris tidak percaya. "Anakmu di sekolah mencuri uang Bu Wang 1000 yuan! Dia sudah mengakuinya! Polisi juga sedang datang kemari......" 
"Tidak perduli anak saya melakukan kesalahan apapun, tolong jangan dahulu memukuli atau memarahi anak saya, tunggu saya sampai saya datang, saya akan mengatasi semuanya!" Kemudian dia meminta guru tersebut untuk mengijinkan dia berbicara kepada anaknya. 
Dengan menangis anaknya berkata: "Mama!" 
Ibunya berkata: "Jangan takut, mama akan segera datang!" 
Pada saat ibu tersebut sampai di sekolah, di depan sekolah telah berhenti sebuah mobil polisi. Di dalam ruang guru ada 2 orang polisi, 2 orang guru dan seorang paruh baya, kepala dari guru bimbingan murid. 
Guru wanita tersebut dengan marah berkata: "Anakmu pagi ini mengambil uang saya sebesar 1000 yuan dari laci meja saya, dia sudah mengakuinya, lihat bagaimana kamu menyelesaikannya !" 
Ibu tersebut tidak langsung meresponi guru tersebut, melainkan langsung mencari anaknya. Sang anak dengan badan gemetaran duduk di atas lantai, bajunya kotor, wajahnya penuh bekas air mata. Sang ibu langsung memeluk anaknya. 
"Mama! Mereka mau memasukan saya kedalam penjara, saya sangat takut..." 
"Anakku, jujur sama mama, mama akan percaya!" Anak tersebut menggelengkan kepalanya dan berkata: "Tidak". 
Mama menenangkan anaknya, kemudian bangkit berdiri: "Saya percaya kepada anak saya, dia berkata tidak mencuri maka dia tidak mencuri!" 
Sang anak melihat kepada ibunya dengan tatapan berterimakasih. 
Dengan mata yang melotot dan senyuman dingin guru tersebut berkata: "Dia tadi sudah mengakuinya!" 
"Kalau begitu katakan bagaimana anak saya mengakuinya? Dan uang yang dia curi berada dimana? Bukti kalau anak saya mencuri di mana? Menangkap anak saya tanpa bukti?" 
Polisi yang berdiri disana berkata: "Memang benar tidak ada bukti, tetapi anakmu sendiri sudah mengakuinya." 
Dengan tidak sabar guru tersebut menceritakan kembali kejadian bagaimana ia menyelidiki anaknya. Sang ibu memutar menoleh kepada anaknya, bertanya: "Apa yang dikatakan gurumu adalah benar?" 
Sang anak menggelengkan kepala: "Bu guru sejak awal tidak mengijinkan saya masuk ke kelas. Dia langsung memanggil polisi, saya sangat takut. Tapi Bu guru berkata jika kamu mengakuinya maka kamu boleh pulang..." 
Dengan marah mamanya berkata kepada guru tersebut: "Pertanyaan yang disertai ancaman, apa ini yang dinamakan menyelidiki? Saya mau mengadukan kamu dengan tuduan memfitnah!" Kemudian sang ibu membawa anaknya pulang. 
Dalam perjalanan pulang, dengan penuh rasa berterima kasih sang anak memeluk ibunya, berkata, "Mama, terima kasih" 
Sesampainya sang ibu di rumah, kepala dari guru bimbingan murid menelepon. Ia memberitahukan bahwa uang 1000 yuan yang hilang telah ditemukan. Ternyata guru tersebut tanpa sadar telah menaruh uang di laci yang satu lagi. 
Kejadian ini membuat sang anak tahu bahwa ibunya memberikan rasa aman dan keberanian yang luar biasa. Seorang ibu yang percaya kepada anaknya sendiri adalah seorang ibu yang bijaksana.
Jumat, 14 Oktober 2016

Kerja Secukupnya! Karena Uang Tidak Akan Bisa Mengganti Waktu Bersama Keluarga dan Orang-Orang Tercinta yang Sudah Dikorbankan

Kerja Secukupnya! Karena Uang Tidak Akan Bisa Mengganti Waktu Bersama Keluarga dan Orang-Orang Tercinta yang Sudah Dikorbankan

Mencari nafkah demi keluarga menjadi tuntutan tersendiri yang dihadapi oleh pria masa kini. Karena pria memang yang ditunjuk sebagai kepala keluarga, tak heran kalau mereka berangkat pagi dan pulang malam demi mengais rezeki.

“Ji, kamu mau kemana ntar malem?”

“Mau ada rapat nih sama klien”

“Yaah… Padahal kan malam ini ulang tahun Ibu…”

“Aduuh… Lupa. Maaf ya… Ada rapat penting nih”

Mencari nafkah demi keluarga menjadi tuntutan tersendiri yang dihadapi oleh pria masa kini. Karena pria memang yang ditunjuk sebagai kepala keluarga, tak heran kalau mereka berangkat pagi dan pulang malam demi mengais rezeki. Persaingan yang semakin ketat ditambah lagi dengan semakin banyaknya kebutuhan memaksa banyak pria cenderung melupakan segalanya demi mengumpulkan materi guna membangun keluarga bersama wanita yang ia cintai. Itulah yang jadi alasan kenapa banyak pria memilih untuk bekerja keras siang dan malam agar mendapatkan lembaran Rupiah demi membahagiakan keluarga.

Salahkah mereka dengan memilih memberikan porsi yang lebih pada kerjaan daripada keluarga dan pasangan? Benarkah bahwa dengan menimbun banyak materi demi masa depan yang lebih baik itu akan secara otomatis mendatangkan kebahagiaan bagimu dan keluargamu nantinya? Layaknya cerita-cerita yang sudah sering kita dengar, banyaknya materi tak menjamin kebahagian secara instan. Banyaknya uang yang ada dalam tabungan tak serta-merta membuatmu bahagia!

Bekerja siang dan malam memang membuat tabunganmu semakin banyak. Namun selama prosesnya kamu jadi lupa akan semuanya

Sudah jadi rahasia umum ketika kamu bekerja dengan giat, maka hasil yang kamu dapatkan juga akan lebih berlipat. Bekerja keras siang dan malam memang membuatmu bisa mengumpulkan banyak harta dengan cepat, hanya saja selama prosesnya ada banyak hal juga yang akhirnya kamu lalaikan. Ada konsekuensi yang akan kamu dapatkan kala kamu bekerja keras siang dan malam. Termasuk konseskuensi dimana kamu akan merasa sendiri karena tak punya waktu untuk dibagi dengan orang-orang yang kamu cinta.


Kerekatan bersama keluarga yang sedari dulu dijaga akan sirna karena orientasi materi. Setelah kamu dapat banyak uang, kepada siapa kamu akan berbagi?

Salah satu konsekuensi besar yang kamu dapatkan kala kamu memutuskan untuk bekerja tak kenal waktu adalah retaknya hubungan keluarga yang selama ini kamu jaga. Saat kamu kecil dulu, kamu selalu menjaga dengan erat urusan keluargamu. Apapun yang terjadi, keluarga itu nomor satu. Namun semua berubah kala kamu mulai berorientasi soal materi. Kamu mendahulukan kerjaan daripada keluarga. Semakin lama ada jarak yang semakin terbuka antara kamu dan keluargamu. Meski pada akhirnya kamu bisa mengumpulkan banyak uang dengan bekerja siang-malam, tapi apalah arti materi saat kamu tak punya waktu untuk berbagi dengan keluarga yang kamu cintai?

Pun demikian dengan saat kamu sudah punya pasangan, kemesraan berdua akan tergerus oleh kesibukanmu mencari materi. Akhirnya, tak ada lagi perasaan cinta dalam hati

Tak jauh beda dengan urusan keluarga, kamu yang sudah punya pacar pun akan mengalami nasib yang sama. Meski pada awalnya kamu sangat mencintai pasanganmu, lama-lama perasaan itu akan luntur secara perlahan. Ketika materi sudah kamu jadikan tujuan, kamu tak akan lagi menghiraukan orang-orang yang ada di sekitarmu. Pasanganmu yang sedari dulu mendukungmu untuk bekerja keras demi keluarga juga pada akhirnya akan kecewa dengan pilihanmu yang lebih mementingkan urusan kerjaan. Perlahan tapi pasti, rasa cinta yang kamu dan dia rasa akan terkikis dan mati. Pada akhirnya, tak ada lagi cinta yang kamu rasa. Lantas buat apa materi saat kamu tak lagi punya hati untuk berbagi cerita nanti?

Memang sih mau pilih materi atau keluarga itu hakmu sendiri. Tapi, nanti kamu akan sedih saat orang-orang terdekatmu pergi

Persoalan tentang memilih mengutamakan pekerjaan atau mengutamakan keluarga itu memang hakmu. Orang lain tak punya hak untuk mengatur permasalahan hidupmu. Antara bekerja keras atau mementingkan waktu bersama keluarga, ada konsekuensi masing-masing yang akan kamu dapatkan pada akhirnya. Namun jangan selsali pilihanmu nanti kala sibuk yang kamu jalani perlahan mengusir orang yang kamu cinta. Mereka pergi karena kecewa kamu nomor duakan! Alih-alih bekerja keras siang dan malam, bukankah lebih bijak kalau kamu juga menyisakan sedikit waktu untuk mereka yang kamu cinta? Mereka adalah orang-orang terpenting dalam hidupmu, tolong jangan usir mereka hanya karena materi!

7 Hal Ini Tidak Akan Pernah Cowok Minta. Jika Dia Memang Benar Cinta , Share Dan Bagikan...........

7 Hal Ini Tidak Akan Pernah Cowok Minta. Jika Dia Memang Benar Cinta , Share Dan Bagikan

Cinta adalah hal yang sangat unik. Ada kalanya dia begitu banyak memberi, namun sering pula dia begitu banyak meminta.

Bukti ini dan itu diharapkan demi menunjukkan bahwa cinta itu memang ada. Karena cinta tak kasat mata dan tak bisa diraba, manusia berusaha membuatnya menjadi nyata melalui perbuatan-perbuatan yang tampak mata. Namun cinta bukan sesuatu yang bisa begitu saja dimaknai dengan ‘kalau kamu cinta aku, kamu harus begini dan begitu’. Cinta lebih dari itu.

Cinta juga sesuatu yang sangat ambigu. Ketika kamu menemukan seseorang yang dengannya kamu berbagi cinta, kamu seolah mendapat nyawa kedua. Kini segala-galanya tak harus kamu lalui seorang diri. Kamu punya kaki cadangan, yang akan menguatkanmu saat kedua kakimu sendiri goyah. Namun untuk tetap eksis, cinta juga butuh ruang, yang di dalamnya membutuhkan satu jarak agar dapat bergerak.

Cinta tak harus dibuktikan dengan syarat yang kaku. Toh masing-masing orang punya cara sendiri untuk membuktikan cintanya. Jadi, untuk kamu para ladies yang sedang jatuh cinta, jangan pernah percaya bila pria menuntut ini dan itu atas nama cinta sejati. Karena dia yang mencintaimu sebenar-benarnya, tidak akan meminta hal-hal ini sebagai bukti cinta sejati.

1. Dia tahu kamu punya mimpi. Bila tidak sejalan dia akan berusaha mengerti, bukan memaksamu berhenti atas nama cinta sejati

Banyak hubungan yang kandas karena mimpi yang tak sejalan. Bila pasanganmu mengharapkanmu untuk segera menerima lamaran dan menggelar resepsi, sementara kamu masih berusaha untuk meraih mimpi, semuanya bisa dibicarakan. Tak harus langsung pada kesimpulan bahwa kamu tidak cinta, hanya karena kamu punya mimpi yang berbeda.

Setiap orang memiliki mimpinya masing-masing. Dia yang mencintaimu dengan sebenar-benarnya akan mendukungmu meraih apa yang kamu mimpikan, meskipun itu tidak sama dengannya. Memintamu untuk meninggalkan mimpimu demi dirinya sama seperti membunuh mimpimu atas nama cinta sejati, mengungkung dirimu agar tidak bisa berkembang, untuk kemudian dia kuasai seorang diri. Cinta tidak melakukan ini.

2. Dia tidak akan menuntut semua waktumu. Sebab dia paham kalian punya dunia sendiri dan sama-sama sedang memantaskan diri

Mencintai seseorang tidak berarti kamu harus memberikan seluruh waktumu untuknya. Karena cinta tidak meleburkan dua orang menjadi satu, melainkan mendampinginya untuk jalan beriringan. Pria yang benar-benar mencintai mengerti bahwa kamu punya dunia sendiri. Sama seperti dirinya yang juga memiliki dunia sendiri.

Bekerja keras, memaksimalkan segala potensi, adalah salah satu cara memperbaiki diri. Sebab dia ingin bersamamu di pelaminan kelak dalam kondisi terbaik dari masing-masing, dia paham bahwa kamu juga sedang berusaha memantaskan diri.

3. Hobi tak sama tidak membuatnya kecil hati. Dia tak akan memaksamu melakukan apa yang dia sukai

Memang lebih mudah bagi pasangan yang punya banyak kesamaan hobi. Banyak topik pembicaraan yang keduanya sama-sama mengerti. Banyak hal yang bisa dilakukan berdua dan sama-sama menikmati. Namun dia yang benar-benar mencintaimu tahu bahwa kesamaan hobi bukan satu-satunya hal yang bisa menghidupi cinta. Dia tidak akan memaksamu meninggalkan hobimu dan menyukai hobinya hanya agar kamu dan dia bisa menjalani hal yang sama berdua. Perbedaan minat dan hobi tidak membuatnya kecil hati, sebab dia tahu bahwa perbedaan tidak menghalangi hati untuk saling mencintai.

4. Bila dia memintamu memilih antara dia atau teman-temanmu, pikir ulang lagi. Barangkali dia bukan sosok yang tepat untukmu

Seorang pria yang posesif mengharapkanmu untuk memberikan semua waktu untuknya. Dia tidak rela bila kamu bersama teman-temanmu dan tidak bersamanya. Karenanya dia selalu menempatkan dirimu dalam posisi rumit untuk memilih antara temanmu atau dirinya. Keputusan akan salah satunya akan meniadakan yang lain. Ini bukanlah cinta, melainkan usaha dominasi, sementara cinta seharusnya berjalan dalam relasi yang setara dan bebas dominasi. Dia yang benar-benar mencintaimu tahu bahwa cinta tidak sama dengan penyerahan diri. Sesekali tidak malam mingguan bersama karena kamu main dengan teman-teman tidak berarti kamu sudah tak cinta lagi.

5. Dia yang benar-benar mencintaimu tak akan membunuh hak-mu untuk berpendapat. Bukan atas nama jalan bersama, lantas dia memaksamu untuk selalu sepakat

Meski cinta membutuhkan tujuan yang sama agar kelak perahu bisa melaju dengan selamat di tengah samudera, bukan berarti kamu dan dan dia harus sepakat atas segala-galanya. Karena semua orang berhak mengemukakann pendapat, kamu juga punya hak untuk tidak sepakat.

Hubungan adalah tentang dan untuk dua orang. Tidak benar bila hanya satu orang yang memutuskan segala-galanya. Bukankah itu uniknya cinta? Melaju menuju arah yang sama dengan berbagai keunikan dan perbedaan masing-masing pihak?

6. Katanya cemburu itu tanda cinta. Tapi bila apa-apa dia selalu curiga, tandanya dia tidak pernah percaya

Banyak yang mengasosiasikan kecemburuan dengan perasaan cinta yang mendalam. Tidak mau melihat kamu bersama orang lain artinya sama dengan tidak ingin kehilangan. Bila tidak pernah cemburu, berarti tidak ada rasa sayang. Namun bukankah cinta itu perlu diikat dengan kepercayaan? Tanpa kepercayaan, bagaimana kamu dan dia bisa sama-sama berjalan? Rasa curiga dan cemburu yang berlebihan menunjukkan cinta yang tidak dewasa. Bisakah kamu mengandalkan cinta yang tidak dewasa untuk menjadi nafas dari hubungan dua orang dewasa?

7. Dia yang mencintaimu selalu berusaha membuatmu nyaman pada dirimu sendiri. Bukannya menyuruhmu berubah begini dan begitu, demi kesenangannya sendiri

Dia yang mencintaimu sebenar-benarnya tidak akan memintamu untuk berubah ini dan itu sesuai keinginannya. Sebab dia tahu bahwa yang dia cintai adalah apa adanya kamu, bukan sosok ideal dalam kepalanya. Cinta tidak berarti menghilangkan diri demi mencocokkan diri. Ingatlah, bahwa kamu harus tetap memiliki dirimu sendiri. Ibarat sebuah rumah, hatimu punya serambi. Pasanganmu hanya boleh tinggal di serambi, sementara dalam inti hatimu, hanya boleh ada kamu sendiri. Cinta tidak berarti meniadakan diri sendiri.

Cinta bukan sesuatu yang bisa kamu temukan metode pembuktiannya dalam buku-buku ilmu pasti. Cinta bukan sesuatu yang bisa kamu rekati dengan rumus jika A sama dengan B, maka B sama dengan A. Cinta memang perlu bukti. Namun biarkan dia membuktikan dirinya sendiri.

Sebab cinta tak hanya soal bagaimana kamu bermesraan satu sama lain, melainkan juga bagaimana kamu mendukung pasanganmu untuk menemukan dirinya sendiri. Cinta seharusnya membuat kamu dan dia sama-sama berkembang, bukan yang satu berkuada sementara yang lain perlahan menghilang demi lancarnya sebuah hubungan.

Wajib Tahu: Perbuatan Apa Sajakah Yang Pertama Kali Dihisab? Inilah Jawabannya

Perbuatan Apa Sajakah Yang Pertama Kali Dihisab? Inilah Jawabannya

Tubuh ini Kau titipkan kepada hamba dengan penuh keleluasaan tanpa Kau batasi. Tubuh ini terkadang digunakan oleh hambamu ini, sering kali untuk melakukan melalaikan perintahMu. Tanpa pernah ada rasa ketakutan akan dipertanggungjawabkan di hari Kemudian.

Perbuatan manusia yang pertama kali dihisab, ialah:

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Suatu (sengketa) di antara manusia yang pertama kalo dituntaskan (pada hari Kiamat) adalah soal pembunuhan,” (HR Bukhari dan Tirmizi).
Dalam hadis di atas menjelaskan bahwa perbuatan yang pertama kali di pertanggungjawaban ialah kasus pembunuhan.

Dari Imam an-Nasa’i,
“Amalan yang pertama kali dihitung pada diri seorang hamba adalah Shalat, sedangkan perbuatan yang pertama kali diadili adalah pembunuhan,”.

Hal ini sudah jelas bahwa amalan yang pertama dipertanggungjawabkan ialah Shalat, dan perbuatan yang pertama kali diadili ialah pembunuhan. Sungguh celakalah orang yang melakukan pembunuhan di dunia.

Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang dibunuh (di hari Kiamat) akan datang bersama orang yang membunuhnya, sedangkan ubun-ubun dan kepalanya serta urat lehernya masih berlumuran darah sambil berkata, ‘Tuhan, orang inilah yang telah membunuhku,’ sehingga ia mendekat pada ‘Arsy,” (HR Tirmizi).

Hadis ini menjelaskan bahwa pada hari pembalasan orang yang dibunuh akan mengadu kepada Allah SWT untuk bertanya kepada orang yang telah membunuhnya. Dan urat lehernya akan memberikan keterangan pada hari itu.

Sungguh sangat merugi orang-orang yang melalaikan shalat di akhirat kelak. Maksudnya orang yang melalaikan shalat di sini seperti terlalu cepat atau tidak memperhatikan bacaannya.

Allah SWT berfirman, “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan Shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan,” (QS Maryam: 59).

Sumber: Islampos.com

Jika Rezekimu Sedikit Lakukan Amalan Ini, Agar Rezeki Datang Tak Henti-henti

Jika Rezekimu Sedikit Lakukan Amalan Ini, Agar Rezeki Datang Tak Henti-henti

Bagi Sodaraku yang sedang kesulitan rezeki, mungkin sangat membutuhkan Amalan untuk Memudahkan Rezeki, agar rezekinya lancar, pilih salah satu amalan yang sekiranya dapat dilaksanakan dengan mudah tanpa memberatkan. Semoga Allah mengabulkan do’a do’a kita…


1. AMALAN DENGAN BASMALAH

1. Barang siapa membaca Basmalah (BISMILLAHIRROHMANIRROOHIM) 313 kali ketika matahari terbit dengan menghadap qiblat kemudian membaca sholawat 100 kali, maka Allah akan memberinya rezeki yang tak terduga

2. Barang siapa membaca Basmalah 12.000 kali, setiap seribu kali sholat sunnah 2 rokaat, lalu memohon rezeki yang banyak insya Allah terkabul

3. Barang siapa membaca Basmalah 786 kali setiap hari selama 7 hari berturut-turut dengan maksud memperoleh rezeki yang melimpah , insya Allah akan terwujud.

2. AMALAN DENGAN FATIHAH

1. Siapa yang membaca Al-Fatihah 41 kali antara shalat sunnat qobliyah dan sholat Subuh. maka segala hutangnya akan terbayar, ada saja jalannya dan rezekinya lancar

2. Barang siapa membaca Fatihah setiap selesai Subuh 30 kali, selesai Ashar 20 kali, selesai Maghrib 15 kali, selesai Isya’ 10 kali, maka rezekinya akan dimudahkan oleh Allah.

3. Perhatikan hari Ahad yang ada di permulaan bulan ( bulan Hijriyah ), pada hari Ahad itu bacalah Fatihah 70 kali, hari Senennya baca 60 kali, hari Selasanya baca 50 kali, hari Rabunya 40 kali, hari Kamisnya 30 kali, hari Jumatnya baca 20 kali, hari Sabtunya baca 10 kali, kemudian diulang sampai satu bulan. maka tunggulah keajaiban dari rezeki Anda.

3. AMALAN DENGAN al-IKHLAS

1. Agar dikaruniai Allah rezeki yang banyak, maka bacalah surat al-Ikhlas 1000 kali, lalu memohon untuk dilapangkan rezeki, insya Allah terkabul

2. Apabila Anda ingin mengetahui usaha apa yang dapat mendatangkan rezeki yang banyak, begini caranya : Pada malam Jumat baca al-Ikhlas 66 kali , lalu membaca lafadz “ALLAH” 5631 kali, kemudian membaca ” MASYAALLAH” 1000 kali, lalu membaca sholawat 1000 kali. kemudian tidurlah, maka dalam mimpi Anda akan dipertunjukkan pekerjaan yang membuat Anda sukses.

4. AMALAN DENGAN YAASIN

1. Barang siapa yang punya kepentingan terhadap seseorang agar dikabulkan maksudnya dalam urusan Rezeki maka bacalah terlebih dahulu Surat Yasin 25 kali, kemudian berangkatlah, insya Allah apa yang dimaksud terkabul.

2. Bila ingin manjadi kaya mendadak, maka bacalah Surat Yasin 41 kali , tanpa berpindah tempat, lalu tanpa bicara apapun kemudian tidurlah, setelah bangun Keajaiban terjadi.

5. AMALAN DENGAN WAQIAH

1. Apabila anda memohon kepada Allah datangnya rezeki yang melimpah maka bacalah Waqiah 41 kali , dan jangan berpindah tempat sampai selesai. sering-seringlah.Rezeki Anda datangnya akan seperti hujan.

2. Nabi bersabda :” Barang siapa membaca Surat Waqiah setiap hari , maka ia tidak akan mengalami kefakiran selamanya.


Amalan untuk Memudahkan Rezeki, Kelancaran Rejeki

Link : http://bit.ly/RezekiLangit

SUNGGUH TERLALU : Setengah Jam Jadi Suami, Pra Ini Ceraikan Istrinya, Alasannya Sungguh Mengharukan!

SUNGGUH TERLALU : Setengah Jam Jadi Suami, Pra Ini Ceraikan Istrinya, Alasannya Sungguh Mengharukan!

Menjadi fotografer pernikahan bukan berarti selalu menyaksikan momen bahagia para mempelai dan keluarga. Tapi, ada kalanya juru foto itu menyaksikan. Bahkan, mengabadikan momen-momen sedih yang seharusnya menjadi hari bahagia itu.

Simak saja pengalaman fotografer pernikahan asal Malaysia ini. Juru foto itu mengunggah kisah perkawinan yang menyedihkan melalui akun Facebook Boii Amani Hashim. Kisah suami yang menceraikan istrinya, setengah jam setelah akad nikah.


Dalam pernikahan itu, sang pengantin pria telah sepakat memberi mas kawin senilai RM 22.222,22 atau sekitar Rp 75 juta. Agak mahal memang. Tapi sang lelaki sudah setuju.

Akad nikah pun dilakukan. Dalam sekali lafal, pernikahan itu menjadi sah. Dan di pesta itu bingkisan mas kawin sudah berpindah tangan, dari keluarga pengantin pria ke keluarga pengantin perempuan.

Namun beberapa saat kemudian terdengar keributan dari keluarga pengantin perempuan. “Duit hantaran kurang seribu,” kata keluarga perempuan mempermasalahkan mas kawin dari pengantin lelaki.

Mendengar keributan itu, pengantin permepuan pun bangkit dari duduknya. Dengan nada suara tinggi, dia bertanya kepada lelaki yang baru saja menikahinya, mengapa kurang seribu. Dan pekikan itu disahut keluarganya yang turut mempertanyakan kekurangan mas kawin.

“Sudah tahu tak punya cukup uang, tetapi kenapa sangat gatal ingin menikah,” tanya keluarga pengantin perempuan.

Mendengar cercaan itu, sang pengantin lelaki bereaksi. Meski matanya berkaca-kaca, dia tetap berusaha tersenyum. Lantas dia mengambil mikrofon dan berkata, “Baru saja jadi istri tak sampai setengah jam sudah seperti ini.”

“Sengaja saya kurangi seribu karena ingin melihat orang ini seperti apa. Ini saya bawa uang kekurangannya itu,” kata pengantin lelaki itu sambil mengambil gepokan uang dari tas.

“Tak apa-apa lah,” kata dia, “semua yang ada di sini menjadi saksi saya. Saya ceraikan kamu dengan talak tiga. Assalamu’alaikum.” Lelaki itu meletakkan mic, bersalaman, dan lantas pulang.

Kisah ini diunggah, karena di negeri jiran itu tengah hangat masalah perkawinan yang batal karena kurangnya mas kawin dari pengantin laki-laki. Beberapa waktu lalu, pernikahan yang dilangsungkan di masjid itu berubah menjadi kericuhan.

Bagi banyak orang, pernikahan menjadi hari bahagia. Namun tidak untuk pasangan di Malaysia ini. Mereka bercerai hanya setengah jam setelah akad nikah.


Kisah itu berawal dari kurangnya mas kawin. Pengantik lelaki memang sengaja mengurangi uang hantaran sebesar RM 1.000. Dia ingin melihat tipe seperti apa keluarga dan wanita yang dinikahi itu.

Ya benar saja, setelah menerima seserahan, keluarga mempelai wanita ribut, menghujat pengantin lelaki. Menagih kekurangan uang hantaran. Mempelai wanita pun tak kalah galak. Dengan suara tinggi dia bertanya kepada lelaki yang baru saja menikahinya.

Watak asli sang perempuan dan keluarganya tampak sudah. Sang pengantin laki-laki sangat sedih dibuatnya. Dengan mata berkaca-kaca, pengantin lelaki menyambar mikrofon. Dan di depan para undangan dia mulaoi bicara.

“Baru saja jadi istri tak sampai setengah jam sudah seperti ini,” tutur pengantin lelaki, sebagaimana ditulis fotografer yang mengunggah kisah ini ke akun Facebook Boii Amani Hashim.

“Sengaja saya kurangi seribu karena ingin melihat orang ini seperti apa. Ini saya bawa uang kekurangannya itu,” tambah pengantin itu. Tak hanya mengeluarkan kata-kata. Pengantin itu juga mengeluarkan uang kekurangan hantaran itu dari dalam tas.

“Tak apa-apa lah,” kata dia sambil terus menahan air mata, “semua yang ada di sini menjadi saksi saya. Saya ceraikan kamu dengan talak tiga. Assalamu’alaikum.” Lelaki itu meletakkan mic, bersalaman, dan lantas pulang.

Ya, pidato lelaki itu mengakhiri tali pernikahan itu, yang masih berumur setengah jam. Di saat para undangan belum beranjak, mereka menyaksikan akad sekaligus perceraian.

Semoga Bermanfaat Sahabat, Silahkan Share Dan Komentar Yah :)


Sumber: dream.co.id

Film Dewasa Dari Kuburan: Sebuah Kisah Nyata Untuk Renungan

Film Dewasa Dari Kuburan: Sebuah Kisah Nyata Untuk Renungan

Masalah pornografi di zaman sekarang sudah terlampau parah. Orang-orang dapat dengan mudahnya mengakses pornografi dari ponsel atau dari internet. Demi Allah, merupakan kewajiban kita untuk menjauhkan diri dari perbuatan maksiat. Kita harus mengisi hari-hari kita dengan hal yang bermanfaat. Saya ingin menceritakan sebuah kisah nyata yang membuat saya sedih ketika mendengarnya. Kisah ini saya dengar dari ceramah di YouTube yang diceritakan oleh Mufti Ismail Menk.


Ada anak laki-laki di salah satu negara di jazirah Arab. Anak itu mempunyai kebiasaan buruk. Dia kecanduan pornografi. Pada suatu hari, dengan membayar menggunakan kartu kreditnya, dia berlangganan email mingguan berisi video dan foto-foto gadis-gadis telanjang dari salah satu situs porno. Sebagian temannya meminta kepadanya “Kami tidak ingin membayar untuk mendapatkan foto-foto dan video itu, jadi ketika emailnya sampai kepadamu, tolong kirimkan juga pada kami.” Kebetulan dia mempunyai grup berisi begitu banyak teman di ponselnya. Jadi dia terbiasa mengirim email berisi gambar porno tersebut kepada teman-temannya setiap minggu.


Karena harus mengirim emailnya setiap minggu, lama-kelamaan dia pun lelah melakukannya. Jadi dia memutuskan menggunakan auto-forward pada emailnya. Auto-forward berarti emailnya akan terkirim secara otomatis secara tiap minggunya.

Bulan demi bulan pun berlalu. Pada suatu hari, dia bepergian bersama teman-temannya dalam suatu perjalanan wisata. Dan dalam perjalanan itu mobilnya mengalami kecelakaan. Dia pun meninggal dunia dalam kecelakaan itu, sementara beberapa temannya yang ikut menumpang berhasil selamat dari kecelakaan.

Seketika kabar duka pun tersebar, dan teman-temannya yang lain begitu terpukul mendengar kabar kematian teman mereka. Beberapa hari kemudian ketika teman-temannya berkumpul di rumahnya, mereka terus menangis seiring mereka bercerita kepada seorang syekh yang hadir. Mereka berkata “Syekh, setiap minggu kami mendapatkan email auto-forward berisi video dan gambar-gambar pornografi dari teman kami ini, sedangkan sekarang dia sudah ada di kuburnya (sudah meninggal).”


Allahuakbar! Ambillah pelajaran dari kisah ini! Apakah kita ingin hal ini terjadi pada kita? Pemuda itu sudah meninggal, tapi karena dia melakukan auto-forward, maka email porno itu secara otomatis terus berdatangan kepada teman-temannya. Mereka sampai harus menelusuri kembali ke servernya. Dan butuh waktu sangat lama sampai akhirnya email tersebut diputus, karena mereka harus menunggu sampai langganan emailnya kadaluarsa.


Mereka semua menangis ketika menceritakan kisah ini kepada syekh tadi. Mereka semua mendapat pelajaran yang berharga. Mudah-mudahan Allah mengampuni si pemuda karena teman-temannya berhenti menonton pornografi setelah mendapat hikmah dari peristiwa ini. Semoga Allah s.w.t dapat mengampuninya.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini. Jika kita meninggal sementara kita terbiasa melakukan hal yang buruk, hal itu akan menjadi sangat memalukan bagi kita. Maka jadilah orang yang taat kepada Allah dalam menjalani hidup.

Sumber: Lampuislam.org

Sebuah Kisah Nyata Bocah Durhaka Masuk Surga, Ternyata Inilah Yang di Lakukannya Sebelum Meninggal

Sebuah Kisah Nyata Bocah Durhaka Masuk Surga, Ternyata Inilah Yang di Lakukannya Sebelum Meninggal

Kisah ini berawal dari zaman dahulu kala yang menceritakan adanya seorang pria di kalangan Bani Israil yang secara berkelanjutan melakukan kefasikan sehingga penduduk di negerinya merasa resah, tapi kedurhakaan pria tersebut tidak dapat dihentikan oleh warga karena mereka tidak memiliki keberanian dan kekuatan yang cukup. Satu-satunya perlawanan yang dilakukan oleh para penduduk adalah berdoa dan merendahkan diri mereka di hadapan Allah. Anak durhaka yang masuk surga menjadi sebuah kisah yang dipertanyakan oleh banyak orang karena bagaimana seorang yang durhaka kemudian bisa masuk surga yang menjadi tempat bagi orang-orang baik dan sholeh?


Allah pada akhirnya menurunkan wahyu dan orang istimewa yang kepadanya diturunkan wahyu adalah Nabi Musa. Allah memberitahunya ada seorang pemuda yang hidup dengan durhaka dan membuat penduduk resah, namun mereka tidak mempunyai kuasa untuk mengusir pemuda tersebut. Penduduk khawatir karena ulah kefasikan pemuda tersebut malah membuat penduduk sekitar ikut terkena api neraka, maka Allah memerintahkan Nabi Musa untuk mengusirnya. Benarlah Nabi Musa menuruti apa yang diperintahkan Allah, menemui dan mengusir si pemuda durhaka. Akhirnya si pemuda pun meninggalkan desa tersebut dan beralih ke desa lain.

Anak durhaka pada orang tua dan anak yang suka melakukan kefasikan tentu akan membawa keresahan bagi warga yang tinggal dekat dengan anak tersebut. Pada kisah ini, pemuda tersebut akhirnya terus-terusan diusir oleh warga desa hingga akhirnya ia sampai di sebuah padang pasir yang sama sekali gersang. Karena di gurun pasir tersebut tidak terdapat makhluk-makhluk lain seperti hewan dan tumbuhan, maka sang pemuda pun jatuh sakit. 

Ia terbaring dan tidak ada satupun orang yang menolongnya. Dari kondisinya yang sekarat seperti itu di padang pasir panas nan ganas, ia mengatakan kepada dirinya sendiri berandai-andai bahwa seluruh keluarganya ada di sampingnya.

Ketika mengingat dan membayangkan keluarganya serta perasaan keluarganya, kisah anak durhaka ini masih berlanjut dimana ia kemudian mengatakan sesuatu kepada Allah. Ia mengatakan kepada Allah bahwa Ia telah memisahkannya dari orang tua, istri dan anak-anaknya, kemudian ia memohon supaya Allah tidak memutuskannya dari rahmat Allah. 

Si pemuda menyatakan kepada Allah bahwa hatinya telah terbakar karena dipisahkan oleh orang-orang yang mencintainya, namun ia berharap Allah tidak membakarnya dengan api neraka yang diberikan oleh Allah oleh karena segala kefasikan yang sudah ia lakukan. Setelah mendengar doa dan pengharapan dari si pemuda, Allah mengutus seorang bidadari dengan rupa seperti ibundanya, anak-anak dan istrinya serta malaikat yang rupa dirinya seperti ayahandanya.

Anak durhaka dalam Islam memang seharusnya masuk ke dalam neraka, tapi setelah permohonannya kepada Allah dan pengutusan bidadari serta malaikat oleh Allah, hati si pemuda pun terhibur yang pada akhirnya meninggal di dalam keadaan yang sudah terampuni dan dianggap suci. Belum selesai sampai di situ, Nabi Musa diutus sekali lagi oleh Allah untuk pergi ke padang untuk mengurus jenazah si pemuda dan memakamkannya. Satu hal yang mengherankan Nabi Musa di sini adalah adanya para bidadari yang mengelilingi jenazah pemuda tersebut.

Ketika Nabi Musa bertanya soal hal tersebut, Allah pun menjawab bahwa benar adanya pemuda itu merupakan pemuda fasik. Namun Allah telah mengampuninya dan merahmatinya karena ia tidak lagi berdaya. Selama masa ketidakberdayaan itu, si pemuda hanya mengadu kepada Allah sehingga Allah menyayanginya. Terlebih, jika seorang manusia meninggal di area terpencil dan dalam kondisi terasing, maka seluruh penghuni langit dan bumi akan merasa kasihan dan menangisinya.

Sumber: Kumpulanmisteri.om

MasyaALLAH Bikin Nangis, Tulisan Seorang Suami yang Menjaga Istrinya Hingga Ajal

MasyaALLAH Bikin Nangis, Tulisan Seorang Suami yang Menjaga Istrinya Hingga Ajal

Sebuah kisah nyata yang sangat mengharukan dialami seorang pria yang kehilangan istrinya karena penyakit kanker. Namun, dalam perjalanan jelang ajal sang istri, pria tersebut terus mendampingi istrinya.

Berikut kisahnya yang dibagikan pengguna Facebook bernama Mas Rozi yang sangat mengharukan dan membujat netizen menangis membaca perjalanan cinta pasangan tersebut.

“Tiba-tiba HP ku berdering, setelah menjawab salam suara diseberang telepon tampak panik “Ayah.. bunda mimisan nich.” Hmm.. kumaklumi kepanikan istriku saat itu karena belum pernah dia mengalami mimisan seperti ini.

Memang cuaca di bulan Agustus 2007 siang itu begitu teriknya. Aku pikir ini akibat cuaca yang terik itu. Kemudian aku sarankan dia untuk segera ke dokter.


Beberapa hari kemudian istriku sakit pilek. Seperti biasanya kalau sakit ia hanya minum obat warung dan jarang sekali mau periksa ke dokter. “ oalah bunda…. ke dokter ajah kok takut,” ledekku, ku sorong pipi kenyalnya dengan ujung jari, ia merajuk bibirnya maju 2 centi, lucu melihatnya seperti itu.

Dua minggu berselang tapi pileknya belum juga hilang. Malah katanya ada yang terasa menyumbat di saluran hidungnya, rasanya tak nyaman dan susah bernafas. “Bun… besok kita ke Rumah Sakit ya! biar ayah ijin masuk siang,” rayuku agar ia mau ke Rumah sakit.

Keesokan harinya saya ajak ia ke RS. Bhakti Yudha Depok. Saat itu dokter THT bilang istriku alergi pada debu dan juga bulu-bulu binatang. Tapi sampai obatnya habis pileknya belum juga ada tanda-tanda kesembuhan.

Anehnya yang sering keluar lendir hanya hidung sebelah kiri saja. Bahkan istriku mulai susah bernafas melalui hidung, ia hanya bisa bernafas melalui mulut. Dan ketika saya membawanya periksa untuk kedua kalinya dokter menyarankan untuk rontgen. Namun dari hasil rontgen tidak terlihat adanya kelainan apapun di hidung istriku.

***
Tanggal 3 Nov 2007 …

Aku mengajaknya periksa ke RS Proklamasi Jakarta, karena menurut informasi di sini peralatanya lebih lengkap. Ternyata benar, dengan alat penyedot dokter mengeluarkan lendir dari dalam hidung istriku. Senang rasanya melihat ia dapat bernafas dengan lega. “Alhamdulillah…..”

Beberapa hari kemudian sumbatan itu kembali muncul. “Duh..bunda!” Kontrol kedua ke RS. Proklamasi masih saja dokter belum bisa menyampaikan penyakit apa yang dialami istriku ini.


Dokter memasukkan kapas basah ke hidung istriku (ternyata itu adalah bius lokal), beberapa saat kemudian sebuah gunting kecil dimasukkan kedalam hidung dan.. “krek” potongan daging kecil diambil. Belakangan baru aku tau tindakan inilah yang dinamakan biopsi. Tak ada yang disampaikan kepada kami. Dokter menyarankan dilakukan CT Scan. Kemudian kami menuju ke RSCM untuk CT Scan.

Keesokan harinya hasil CT Scan aku bawa kembali ke Dokter RS Proklamasi. Setelah melihat hasil Scan, Dokterpun menyampaikan hasilnya dan juga hasil biopsi dari laboratorium.

“ini ibu positif,” kata dokter sambil menunjukkan foto CT Scan. Nampak ada sebuah massa diantara belakang hidung dan tenggorokan istriku. Cukup besar seukuran kepalan tangan. Aku masih belum mengerti maksud kata-kata nya dan memang sama sekali tak ada pikiran yang aneh aku coba bertanya, “maksudnya apa dok?”

ibu positif kanker!”

Dek.. seolah detak jantungku berhenti “KANKER…Dok?” Tiba-tiba mataku jadi gelap, sebuah beban berat serasa menindih badanku. Aku diam dan tak bisa berkata apa-apa, lama aku terdiam.

“Kanker..?” tanyaku, tapi kalimat itu tak mampu terucap hanya bersarang di kepalaku. Sebuah penyakit yang selama ini hanya aku kenal lewat informasi dan berita-berita, kini penyakit itupun menghampiri orang terdekatku orang yang paling aku sayangi. Penyakit yang menakutkan itu menyerang istriku.

Kutatap wajah cantik istriku yang dibalut jilbab favoritnya, tenang.. teduh… tak ada ekspresi apa-apa aku makin bingung.

“duhh…bunda apa yang ada dalam fikiranmu bunda…”
“Sekarang bapak ke RSCM ke bagian Radiologi kita harus bertindak cepat,” tiba-tiba aku tersadar. Segera kuambil surat pengantar dokter dan menuju RSCM.


Sungguh tak pernah terpikirkan sedikitpun sebelumnya, kini kami berada dalam deretan orang-orang penderita kanker di ruang tunggu spesialis Radiologi ini. Aroma kecemasan bahkan keputus asaan tergambar di wajah mereka. Sebenarnya ini juga saya rasakan, tapi saya harus menyembunyikan raut ini di hadapan istriku. Aku harus tetap menyuguhkan energi penyemangat padanya.

Dihadapan dokter Radiologi aku bertanya, “sebenarnya istriku kena kanker apa dok?”

“kanker nasofaring.” jawab dokter singkat.

Ya Allah….kanker apa lagi ini? Istilahnya saja aneh bagiku. Kenapa harus istriku yang mengalaminya?

“Tapi Insya Allah masih bisa disembuhkan dengan pengobatan sinar radiasi dan kemoterapy,” dokter mencoba menangkap kegalauan diwajahku.

“Nanti ibu harus menjalani pengobatan radiasi selama 25 kali.”

Terbayang beratnya derita dan kelelahan yang harus dialami istriku. Belum lagi dengan kombinasi pengobatan kemoterapy yang melemahkan fisik.


Keluar dari ruang radiologi seolah semuanya jadi gelap, rasanya aku tak kuat menahan segala beban ini. Segera aku sms family dan teman-teman dekatku, aku kabarkan keadaan istriku dan kumintakan do’a dari mereka. Tak terasa bulir-bulir bening air mata bermunculan disudut mataku.

“Ayah kenapa? nangis yach..?” dengan polos pertanyaan itu keluar dari bibir istriku.

“iya, ayah sayaaang…. sama bunda,” suaraku gemetar.

Ku usap lembut kepala istriku. Ku tepis perlahan tangannya yang mencoba mengusap air mataku, ku gengggam kuat jari-jari lemahnya. Hatiku berbisik “kenapa tak ada kesedihan diwajahmu bunda? apakah bunda ga tau penyakit ini begitu berbahaya? Atau Allah telah memberitahukan ini semua kepadamu?”

Bunda biasa ajah koq..” Jawabanya malah makin membuatku tak bisa bernafas, air mataku akhirnya jatuh juga.

Kususuri lorong-lorong RSCM dengan langkah lemas tak bertenaga seolah aku melayang, tulang-tulang terasa tak mampu menyangga badanku yang kecil ini.

Tanggal 5 Desember 2007 …

Mulai hari itu istriku harus dirawat inap di RS. Proklamasi. Semua persiapanpun dilakukan mulai dari USG, Bond Scan dll. Hasilnya rahim masih bersih dan tulangpun normal artinya kankernya belum mejalar ke bagian lain, Alhamdulillah…sempat kuucap kata syukur itu

Tanggal 8 Desember 2007 …

Hari ke empat. Sore itu aku dipanggil ke ruang Dokter Sugiono yang akan melakukan Kemoterapy. Dikatakan bahwa kanker istriku stadium 2A dan Insya Allah masih bisa diobati. Istrikupun siap untuk menjalani pengobatan dengan kemoterapy. Kemudian kami minta ijin ke Dokter untuk diperbolehkan pulang sambil mempersiapkan segala sesuatunya.

Malam hari ketika kami di rumah, kami minta pendapat dari pihak keluarga tentang pengobatan yang akan kami lakukan. Dengan berbagai pertimbangan dan alasan pihak keluarga menyarankan agar kami tidak menempuh jalan kemo dan radiasi. Kami disarankan untuk menjalani pengobatan dengan cara alternatif dan pengobatan herbal.

Akhirnya sejak saat itu kami melakukan ikhtiar pegobatan dengan cara alternatif dan minum obat-obat herbal. Karena saat itu istriku sudah susah untuk menelan maka obat herbal yang diberikan tidak berupa kapsul, melainkan berupa rebusan. Setiap hari istriku harus minum ramuan dan rebusan obat-obat herbal yang baunya sangat menyengat. Tapi aku lihat ia dengan telaten dan sabar rutin minum semua obat-obatan itu.


Semangatnya untuk sembuh begitu besar. Doa pun tiada henti kupanjatkan siang dan malam. Dan malam-malamku selalu ku habiskan dengan tahajud dan hajat.

Aku mulai rajin mencari semua informasi yang berhubungan dengan kanker nasofaring, mulai dari makanan, cara pengobatan, bahkan alamat klinik pengobatan alternatif. Semua informasi aku cari melalui internet, koran dan dari rekan-rekan kerja.

Tiga bulan pengobatan, tapi Allah sepertinya belum memberi jalan kesembuhan dengan cara ini, akhirnya obat herbal aku tinggalkan. Bahkan pengobatan alternatif sudah aku tinggalkan sejak 1 bulan pertama karena aku ragu. Beberapa keluarga istri mulai putus asa. Malah ada yang beranggapan penyakit ini adalah kiriman dari orang. Tapi aku bantah semuanya,sempat ada pertentangan di antara kami. Aku yakinkan istriku bahwa ini adalah memang ujian dari Allah,

“Bun..semuanya atas kehendak Allah, bahkan jauh sebelum kita lahir sudah tertulis takdir ini, usia segini bunda sakit, berobat kesini-sini itu semua sudah ada dalam catatan Allah bun. Yang penting sekarang kita jangan lelah berihtiar dan bunda tetep harus semangat untuk sembuh.” Ia mengangguk perlahan.

Berat badan istriku mulai turun drastis karena tak ada asupan makanan, sebelum sakit beratnya 53 Kg kini tinggal 36 Kg. Kondisinya makin parah dan puncaknya ketika aku lihat mata kirinya sudah tak focus. Cara ia melihat seperti orang juling. Menurut Dokter herbal yang menangani istriku inilah rangkaian perjalanan kanker tersebut yang lama kelamaan akan menyerang otak. Dokter menganjurkan untuk segera dibawa ke rumah sakit.

Tanggal 26 Maret 2008 …

Akhirnya aku kembali membawanya ke Rumah Sakit. Kali ini aku membawanya ke RS. Husni Thamrin. Istriku ditangani oleh team yang terdiri Dokter THT, Dokter Internis dan Dokter spesialis ahli kemoterapy, Kebetulan Dokter Sugiono ahli kemoterapy yang dulu merawat istriku di RS. Proklamasi juga praktek di sini. Dan kini Dokter sugiyono kembali menangani istriku.

Sore itu Dokter memanggilku ke ruangannya. Dokter menjelaskan stadium kanker istriku sudah menjadi 4C, dan kankernya sudah mulai menggerogoti tulang tengkorak penyangga otak. Melihat hasil CT Scan nya aku merinding, terlihat jelas tulang-tulang tengkorak itu keropos layaknya daun termakan ulat. Aku ingin menjerit, “Ya Allah… begitu berat cobaan ini Kau timpakan pada kami”


“Ma’afkan ayah bun, ayah tak mampu menjaga bunda…!”

Yang lebih mengagetkan ketika dokter mengatakan, “kita hanya bisa memperlambat pertumbuhan kankernya bukan mengobati.” Seolah hitungan mundur kematian itu dimulai. Aku limbung dan hampir taksadarkan diri, sekuat tenaga aku mencoba untuk tetap tegar. Dengan dipapah adik aku keluar dari ruang dokter.

Segera aku menuju Mushola kuambil air wudhu dan kujalankan sholat. Entah sholat apa yang kujalankan ini.

“Aku ingin ketenangan aku butuh pertolonganMu ya Robb. Kutumpahkan segala permohonan ini dihadapanMu yaa Allah. Bisa saja dokter memfonis dengan analisanya, tapi Engkaulah yang maha kuasa atas segala sesuatunya. Engkau maha menggenggam semua takdir, sakit ini dariMu ya Allah dan padaMU juga aku mohon obat dan kesembuhannya.”

Segala ikhtiar dan do’a tiada lelah kulakukan tuk kesembuhan istriku. Malam-malamku kulalui dengan sujud panjang disamping bangsal rumah sakit. Kubenamkan wajahku diatas sajadah lebih dalam lagi, tiba-tiba aku merasa tak mimiliki
kekuatan apapun, aku berada dalam kepasrahan dan penghambaan yang lemah.

“Robb…Engkau maha mengetahui, betapa segala ihtiar telah kami lakukan. Tiada menyerah kami melawan penyakit ini, kini aku serahkan segalanya padaMu, tidak ada kekuatan yang sanggup mengalahkan kekuatannMu yaa…Robb, Tunjukkan pertolonganMu, beri kesembuhan pada istriku Ya..Allah.”

Saat itu istriku masih bisa bicara meski dengan suara kurang jelas. Karena tenggorokannya pun sudah menyempit tersumbat kanker, ia sangat kesulitan dalam bernafas. Untuk mengantisipasi agar tidak tersumbat saluran nafasnya, dokter menyarankan agar dipasang ventilator dileher istriku. Akupun menyetujuinya meskipun aku tak tega, tapi ini resiko terkecil yang bisa diambil.

Istriku pasrah, dia minta aku menemaninya ke ruang operasi. Aku sangat mengerti ia sangat takut dengan peralatan medis di ruang operasi. Kemudian aku mendampinginya kedalam ruang operasi untuk pemasangan Ventilator. Aku melihat dengan jelas leher istriku disayat kemudian dimasukkan alat bantu pernafasan itu. “Sebenarnya aku tak tega melihatmu seperti ini bunda, tapi inilah yang terbaik untukmu saat ini.”


Selesai pemasangan ventilator bicaranya sudah tak bersuara lagi. Sejak saat itu praktis komunikasi kami hanya dengan isyarat atau terkadang istriku menulisnya pada lembar-lembar catatan kecil yang sengaja aku siapkan. Tentu saja hal ini terasa capek baginya. Namun sekali lagi ia terlihat tegar tak pernah aku mendengar ia mengeluh.

Akhirnya dengan berbagai pertimbangan akupun menyetujui untuk dilakukan kemoterapy terhadap istriku



Tanggal 6 April 2008

Kira-kira jam 12 siang kemo tahap pertama dilakukan. Dengan perasaan tak menentu aku melihat dokter meracik obat dengan perlengkapan pengaman yang lengkap. Karena menurut dokter obat ini memang keras.

“Ya Allah beri kekuatan pada istriku…!” Beri kesembuhan melalui ihtiar obat ini ya Allah..!”

Sepanjang proses pengobatan tak hentinya kupanjatkan do’a dan dzikir dibantu dengan beberapa anggota keluarga.

Menurut Dokter kemo ini dilakukan dalam 3 sampai 5 tahap. Satu tahapan kemo memakan waktu 5 hari kemudian jeda 3 minggu untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Hari kedua setelah kemo kurang lebih jam 9 malam, istriku mulai merasa mual dan muntah. Hari ketiga jam 12 malam mulai keluar mimisan dengan darah hitam mengental. Hari ke empat jam 8 pagi ketika saya memandikan dan membersihkan mulutnya yang terus menerus mengeluarkan lendir, terdapat lendir bercampur darah hitam pekat dan mengental.

Menurut dokter ini adalah tanda kankernya sudah mulai hancur. Malam harinya istriku tidur sangat nyenyak dan tidak banyak batuk berdahak seperti hari-hari sebelumnya.

Alhamdulillah kemo tahap pertama selesai. Dokter bilang jika kondisi istriku membaik maka tiga hari lagi boleh pulang. Terlihat wajah cerah istriku ketika mendengar kabar ini. “nanti kalo pulang mau kemana bun.. ke Sawangan apa ke Kebayoran (rumah ibunya)?”

“ke Sawangan aja rumah kita sendiri,” jawabnya melalui secarik kertas. Namun ternyata dua hari kemudian ia mengalami diare yang hebat ini adalah efek samping dari obat kemo, sehingga kondisinya kembali lemas. Rencana pulangpun harus ditunda menunggu kondisinya membaik. Tetapi makin hari kondisi istriku makin drop. Hingga menjelang kemo tahap kedua malah albumin dalam darahnya menurun.

Selama dirawat istriku meminta agar saya sendiri yang memandikannya, bahkan aku juga yang membersihkan kotorannya. Semuanya saya kerjakan dengan telaten karena aku merasa sekarang saatnya untuk membalas semua kebaikan yang telah dilakukannya kepadaku selama ini. Ketika istriku sehat dialah yang selalu merawatku, menemaniku dan selalu menyiapkan semua kebutuhanku.

Selama hampir satu bulan di Rumah Sakit kami merasa menemukan keluarga baru. Keakraban terjalin antara kami dengan team dokter, dengan para suster bahkan juga dengan cleaning service yang tiap hari membersihkan kamar istriku. Saya merasa senang ketika suatu hari istriku dapat tertawa riang bercanda dengan para suster meski tawanya tanpa suara.

Minggu, 4 Mei 2008 ...

Kemo tahap ke 2 dilakukan. Sepertinya Allah benar-benar menguji kesabaranku. Ketika hendak dilakukan kemo, tabung infus 1000cc yang digunakan untuk campuran obat kemo ternyata tidak ada. Rumah sakit kehabisan stock, dan ini adalah sebuah kecorobohan yang mestinya tidak terjadi.

Karena tentunya pihak rumah sakit telah mengetahui jadwal pelaksaan kemo ini. Dokterpun marah. Kemudian Dokter menyarankan saya untuk segera membeli sendiri tabung infus di tempat lain. Tujuan saya adalah RSCM sebagai Rumah sakit terdekat, namun jika menuju RSCM menggunakan kendaraan akan memakan waktu lama karena jalannya memutar. Sayapun berlari ditengah terik matahari pukul 12 siang menuju RSCM. Namun disanapun tidak tersedia, kemudian saya berlari lagi menuju RS Sant Carolus, di sinipun nihil.

Begitu juga ketika saya ke Apotik melawai tak bisa mendapatkannya. Akhirnya saya mendapatkan tabung infus tersebut di Apotik Titimurni RS. Kramat. Akhirnya kemo tahap ke 2 pun dapat dilakukan.

Senin, 5 Mei 2008 ...

Hari ini Dinda anak kami yang kecil ulang tahun ke 4. Perhatian dan kecintaan istriku pada anaknya tak pernah berkurang. Dibatas ketidak berdayaannya dia menuliskan sesuatu, “Ayah jangan lupa beliin hadiah buat Dinda, ayah beliin jaket nanti bunda titip mukena, kasihan mukena dede sudah jelek. Bilang ke dede ini mukena dari bunda.”

Atas permintaan istriku siang itu sebagai tanda syukur kami memotong 2 buah kue ulang tahun yang salah satunya untuk dibagikan ke suster-suster yang jaga. Kemudian istriku minta dibantu turun dari tempat tidur, katanya ingin duduk bareng deket Dinda. Ia mencoba memberikan senyum bahagia pada Dinda dan menyembunyikan rasa sakitnya. Sementara Dinda nampak bahagia dipangku bundanya, mungkin ia mengira bundanya hanya sakit biasa saja. Lagu “selamat ulang tahun” yang kami nyanyikan terdengar getir di telingaku. Terasa pilu aku menatap mereka.

Selasa, 13 Mei 2008 ...

Biasanya jika istriku menginginkan sesuatu ia akan membangunkan saya dengan mengetuk besi tempat tidurnya. Namun malam itu saya merasa sangat ngantuk dan lelah, saya menulis pesan pada istriku, “bun..nanti kalo perlu apa-apa panggil suster aja ya! Ayah ngatuk dan cape, jangan bangunin ayah ya!” Dengan isyarat lemah ia mengiyakan permintaanku, ia mengusap tanganku kemudian menuliskan sesuatu “ayah tidur aja gapapa kok, bunda juga mau istirahat.”

Rabu, 14 Mei 2008 ...

Entah mengapa pagi ini aku sangat ingin merawatnya. Ketika ia kembali diserang diare berkali-kali yang sangat hebat aku sendiri yang membersihkan semuanya. Kemudian memandikannya dan mengganti pakaiannya. Pagi itu aku minta Lia anak sulung kami yang masih duduk di kelas 5 SD untuk menjaga bundanya, sebelum kemudian aku tinggal berangkat kerja.

Siang pukul 11 Lia menelpon “Ayah, bunda pingsan nafasnya cepet banget.” Aku kaget dan sangat khawatir. Selang 15 menit Lia sms “bunda sekarang ada di ruang ICU”. Astaghfirullah haladziim… apa yang terjadi pada istriku. Segera aku minta izin meninggalkan kantor. Di Rumah Sakit aku dapati Lia menangis sesegukan tak berhenti. “bunda yah… tolongin bunda yahh….!”

Kuhampiri istriku yang tergolek taksadarkan diri. Perawat memasang semua peralatan pada tubuh istriku, entah alat apa saja ini. Kuusap perlahan keningnya, dingin sekali. Tangan dan kakinyapun sangat dingin. Hingga menjelang maghrib aku tak beranjak dari sampingnya. Tak hentinya mulut ini memanjatkan doa. Sementara di luar ruang ICU sudah banyak kerabat berdatangan.

Tekanan darahnya sangat rendah dibawah 70. Dokter memberikan obat penguat tekanan darah dengan dosis tinggi. Tekanan darahnya sempat naik namun masih dikisaran 75-80, sangat rendah. Berkali-kali dokter menyuntikkan obat perangsang namun hasilnya tetap sama tak berubah. Dokter memanggilku, perasaanku gelisah tak menentu, campur aduk antara cemas, bimbang dan ketakutan yang amat sangat. Dugaanku benar Dokterpun menyerah.

Melihat kondisinya yang terus menurun ia menyarankan agar semua alat bantu dilepas saja. “maksudnya dok..?” aku menodong penjelasan. “secara medis kondisi ibu sudah tidak dapat ditolong lagi, lebih baik kita do’akan saja.” Aku benar-benar lemas mendengarnya seluruh badanku gemetar merinding “benarkah tak ada lagi harapan.” Tiba-tiba aku merasakan ketakutan yang luar biasa. Aku tak mau menyerah, aku meminta agar semua alat bantu itu tetap terpasang pada tubuh istriku, sambil menunggu keputusan team dokter besok pagi.

“Aku tak mau kehilanganmu bunda.” Ku pegang kuat jemarinya, “buka matamu bunda sebentar saja, ayah ingin menatap mata bening bunda untuk terakhir kalinya,” kubisikan lembut ditelinganya.

Pukul 22, aku disodori surat pernyataan, tak sempat aku baca, kata suster ini adalah Surat persetujuan untuk melepas semua alat bantu dari tubuh istriku. “Tak sanggup aku melakukan ini bun, aku ingin tetap menatap wajahmu, aku ingin tetap mendampingimu meski dalam ketidakberdayaanmu.”

Akhirnya adikku yang menandatanganinya. Aku tak ingin selalu dihinggapi rasa bersalah jika menandatangani surat itu. Kemudian semua alat bantu dilepas dari tubuh istriku, tinggal tersisa alat pendeteksi detak jantung.

Bun…..inilah yang terbaik yang diberikan Allah buat kita, maafkan ayah bun ayah tak bisa menjaga bunda. Ayah ikhlas bunda pergi, ayah terima semua dengan ihklas bun.. Jangan khawatir bun, ayah akan menjaga dan merawat anak-anak kita,” kubisikan lirih ditelinga istriku.

Kutemui Lia yang menunggu diluar ruang ICU, kubelai rambutnya penuh sayang. Ia menangis keras sejadi-jadinya, mungkin ia paham apa yang kumaksudkan. “Bundaa….. Lia ga mau kehilangan bunda, jangan tinggalin lia bundaa..!!” Tangisnya memekik, merebut perhatian semua orang diruang tunggu ICU ini. Semua mata menatap kami tapi mereka diam seolah mahfum dengan keadaan kami.

Dalam setiap rangkaian doaku tak pernah aku mengucapkan kata-kata menyerah “kalo memang hendak Engkau ambil maka mudahkan,” tak pernah aku menyebut kata-kata itu. Aku selalu minta kesembuhan, kesembuhan karena aku memang menginginkan istriku benar-benar sembuh.

Sepertinya kini aku harus menyerah dan pasrah “Ya.. Robb jika memang Engkau menentukan jalan lain aku ikhlas ya Allah…., mudahkan jalan istriku untuk menghadapmu dengan khusnul khootimah.”

Menurut suster dalam kondisi seperti ini pasien masih bisa mendengar. Kubimbing istriku menyebut kalimat “LAAILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR ROSULULLAH..” perlahan aku membimbingnya. Rasanya aku mengerti betul setiap helaan nafasnya, raga kami bagai menyatu. Kuulang hingga berkali-kali dengan helaan nafas yang terirama pelan. Dua bulir bening tersembul dari sudut matanya. Aku merasakan ia sanggup mengikuti kalimat ini, terimakasih ya Allah..!

Kamis, 15 Mei 2008 ...

Aku terbangun ketika tiba-tiba seorang suster memanggil “Keluarga ibu Siti Nurhayati..!” Aku bergegas masuk ke ruang ICU, jam menunjuk Pukul 05.05, masih pagi dengan hawa dingin yang menyusup tulang. “Ma’af pak, ibu sudah tidak ada.” ujar suster tadi singkat. Meski aku tau maksudnya tapi aku masih tak percaya. Kutengok layar monitor yang terhubung ketubuh istriku. Tak ada lagi yang bergerak disana.

Bagai tersambar petir, kudekap tubuh lemas istriku. Bibirnya menoreh segaris senyum. “INNA LILLAAHI WAINNA ILAIHI ROOJIUUN.” Aku lunglai terduduk disampingnya tapi tak ada lagi air mata yang keluar. “Bun, Ayah ikhlas melepas bunda, Allah telah memilihkan jalan terbaik buat kita.”

Selamat Jalan Istriku…… jemput aku dan anak-anak nanti di pintu SurgaNya.

Semoga bermanfaat bagi yang membacanya ....

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ..."

Sumber pelangimuslim.com

Link : http://bit.ly/SuamiSetia
Kamis, 13 Oktober 2016

Renungan untuk Suami yang Tak Sayang Istri Lagi

Renungan untuk Suami yang Tak Sayang Istri Lagi

Kisah ini dituturkan Dr Karim Asy Syadzili dalam buku Kado Pernikahan; Bulir-Bulir Cinta untuk Suami Istri Demi Terwujudnya Pernikahan yang Barokah. Seorang suami mengeluh persoalan berat yang melanda rumah tangganya. Cintanya hilang. Ia tak lagi mencintai istrinya.

***

“Aku sudah tak lagi mencintai istriku,seakan-akan cintaku ditimpa penyakit kanker yang ganas. Menggerogoti hingga tak berbekas,” Dokter jiwa itu memperhatikanku dengan serius, namun raut wajahnya tetap tenang. Aku perlu bercerita selengkap mungkin agar mendapatkan solusi yang tepat.



“Sebenarnya obatnya sangat sederhana”

“Sangat sederhana?” Rasa penasaran membuatku tak sabar, “obat apakah itu, Dok?”

“Cintailah istrimu” Apa? Tidak salahkah aku mendengarnya?

“Aku datang untuk mengadukan bahwa cintaku kepada istri telah hilang. Lalu engkau menyuruhku mencintainya? Lalu apa gunanya aku datang kepadamu?” agak tinggi nadaku menanggapi kalimat dokter di hadapanku itu.

“Kalau begitu… cintailah istrimu”

Karena psikiater itu mengulangi lagi saran yang sama, seiring membaik kesabaranku, aku bertanya apa maksudnya.

“Wahai dokter, apa yang sebenarnya engkau maksudkan? Bagaimana caranya aku bisa kembali mencintai istriku?”

“Pak, apakah sebelumnya engkau pernah mencintai istrimu?” tanyannya sambil tersenyum.

“Tentu saja. Dulu aku sangat mencintainya.”

“Apa yang kau lakukan saat itu agar cintamu langgeng?”

“Aku biasa memberinya hadiah, mengajaknya makan malam ke rumah makan, mengajaknya jalan-jalan ke pantai…” Banyak hal yang memang kulakukan di awal-awal pernikahan, saat cintaku menggelora dan segalanya indah di mata. Seakan dunia milik kami berdua.

“Nah, aku ingin kau melakukan hal yang sama seperti itu selama satu bulan ini secara terus menerus”

Meskipun awalnya ragu dengan istilah “cintailah istrimu”, penjelasan dokter dan sarannya itu menurutku masuk akal juga. Tidak ada salahnya mencoba.

Sebulan kemudian, kami kembali bertemu. Dokter jiwa itu menyambutku sangat hangat. Agaknya ia bisa melihat perbedaan yang sangat signifikan dari wajah dan bahasa tubuhku.

 “Jadi, bagaimana hasilnya?” pertanyaannya langsung to the point.

“Terima kasih, Dok. Ternyata saranmu benar-benar manjur. Hubungan rumah tanggaku berangsur-angsur membaik. Binar-binar cinta tampak di mata istriku. Dan anehnya, cintaku juga kembali seperti dulu. Dia mencintaiku dan aku pun mencintainya.”

“Cinta itu perlu pembiasaan,” kata dokter itu menyampaikan kesimpulan, “Tidak seperti film-film romantis yang hanya perlu janji-janji dan kata-kata manis.”

***

Mungkin Anda saat ini juga mengalami apa yang dialami oleh laki-laki di atas. Tak lagi mencintai istri, atau kadar cintanya berkurang. Tak perlu buru-buru ke psikiater, cobalah bangun kembali cinta itu. Sebab cinta adalah kata kerja. Ia akan hadir jika kita mengupayakannya, insya Allah.


تَهَادَوْا تَحَابُّوا

“Salinglah memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai” (HR. Bukhari dalam Al Adabul Mufrad)

Betapa nasehat Rasulullah ini menunjukkan salah satu cara membangun cinta, termasuk cinta kepada suami istri. Dalam hadits yang lain, disebutkan cara membangun cinta adalah dengan salam.

Setiap perhatian kita kepada istri, ucapan indah kita kepadanya, kebaikan dan hadiah yang kita berikan, pengorbanan yang kita lakukan… semuanya akan menumbuhkan cinta. Saat cinta istri tampak seperti dulu, insya Allah cinta kita juga kembali seperti dulu. Dan jangan lupa berdoa. Perbanyak doa karena Allah-lah Sang Pemilik cinta dan penggenggam hati hambaNya. (webmuslimah/akhwatindonesia)