Tampilkan postingan dengan label Kisah Sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Sukses. Tampilkan semua postingan
Jumat, 14 Oktober 2016

Kerja Secukupnya! Karena Uang Tidak Akan Bisa Mengganti Waktu Bersama Keluarga dan Orang-Orang Tercinta yang Sudah Dikorbankan

Kerja Secukupnya! Karena Uang Tidak Akan Bisa Mengganti Waktu Bersama Keluarga dan Orang-Orang Tercinta yang Sudah Dikorbankan

Mencari nafkah demi keluarga menjadi tuntutan tersendiri yang dihadapi oleh pria masa kini. Karena pria memang yang ditunjuk sebagai kepala keluarga, tak heran kalau mereka berangkat pagi dan pulang malam demi mengais rezeki.

“Ji, kamu mau kemana ntar malem?”

“Mau ada rapat nih sama klien”

“Yaah… Padahal kan malam ini ulang tahun Ibu…”

“Aduuh… Lupa. Maaf ya… Ada rapat penting nih”

Mencari nafkah demi keluarga menjadi tuntutan tersendiri yang dihadapi oleh pria masa kini. Karena pria memang yang ditunjuk sebagai kepala keluarga, tak heran kalau mereka berangkat pagi dan pulang malam demi mengais rezeki. Persaingan yang semakin ketat ditambah lagi dengan semakin banyaknya kebutuhan memaksa banyak pria cenderung melupakan segalanya demi mengumpulkan materi guna membangun keluarga bersama wanita yang ia cintai. Itulah yang jadi alasan kenapa banyak pria memilih untuk bekerja keras siang dan malam agar mendapatkan lembaran Rupiah demi membahagiakan keluarga.

Salahkah mereka dengan memilih memberikan porsi yang lebih pada kerjaan daripada keluarga dan pasangan? Benarkah bahwa dengan menimbun banyak materi demi masa depan yang lebih baik itu akan secara otomatis mendatangkan kebahagiaan bagimu dan keluargamu nantinya? Layaknya cerita-cerita yang sudah sering kita dengar, banyaknya materi tak menjamin kebahagian secara instan. Banyaknya uang yang ada dalam tabungan tak serta-merta membuatmu bahagia!

Bekerja siang dan malam memang membuat tabunganmu semakin banyak. Namun selama prosesnya kamu jadi lupa akan semuanya

Sudah jadi rahasia umum ketika kamu bekerja dengan giat, maka hasil yang kamu dapatkan juga akan lebih berlipat. Bekerja keras siang dan malam memang membuatmu bisa mengumpulkan banyak harta dengan cepat, hanya saja selama prosesnya ada banyak hal juga yang akhirnya kamu lalaikan. Ada konsekuensi yang akan kamu dapatkan kala kamu bekerja keras siang dan malam. Termasuk konseskuensi dimana kamu akan merasa sendiri karena tak punya waktu untuk dibagi dengan orang-orang yang kamu cinta.


Kerekatan bersama keluarga yang sedari dulu dijaga akan sirna karena orientasi materi. Setelah kamu dapat banyak uang, kepada siapa kamu akan berbagi?

Salah satu konsekuensi besar yang kamu dapatkan kala kamu memutuskan untuk bekerja tak kenal waktu adalah retaknya hubungan keluarga yang selama ini kamu jaga. Saat kamu kecil dulu, kamu selalu menjaga dengan erat urusan keluargamu. Apapun yang terjadi, keluarga itu nomor satu. Namun semua berubah kala kamu mulai berorientasi soal materi. Kamu mendahulukan kerjaan daripada keluarga. Semakin lama ada jarak yang semakin terbuka antara kamu dan keluargamu. Meski pada akhirnya kamu bisa mengumpulkan banyak uang dengan bekerja siang-malam, tapi apalah arti materi saat kamu tak punya waktu untuk berbagi dengan keluarga yang kamu cintai?

Pun demikian dengan saat kamu sudah punya pasangan, kemesraan berdua akan tergerus oleh kesibukanmu mencari materi. Akhirnya, tak ada lagi perasaan cinta dalam hati

Tak jauh beda dengan urusan keluarga, kamu yang sudah punya pacar pun akan mengalami nasib yang sama. Meski pada awalnya kamu sangat mencintai pasanganmu, lama-lama perasaan itu akan luntur secara perlahan. Ketika materi sudah kamu jadikan tujuan, kamu tak akan lagi menghiraukan orang-orang yang ada di sekitarmu. Pasanganmu yang sedari dulu mendukungmu untuk bekerja keras demi keluarga juga pada akhirnya akan kecewa dengan pilihanmu yang lebih mementingkan urusan kerjaan. Perlahan tapi pasti, rasa cinta yang kamu dan dia rasa akan terkikis dan mati. Pada akhirnya, tak ada lagi cinta yang kamu rasa. Lantas buat apa materi saat kamu tak lagi punya hati untuk berbagi cerita nanti?

Memang sih mau pilih materi atau keluarga itu hakmu sendiri. Tapi, nanti kamu akan sedih saat orang-orang terdekatmu pergi

Persoalan tentang memilih mengutamakan pekerjaan atau mengutamakan keluarga itu memang hakmu. Orang lain tak punya hak untuk mengatur permasalahan hidupmu. Antara bekerja keras atau mementingkan waktu bersama keluarga, ada konsekuensi masing-masing yang akan kamu dapatkan pada akhirnya. Namun jangan selsali pilihanmu nanti kala sibuk yang kamu jalani perlahan mengusir orang yang kamu cinta. Mereka pergi karena kecewa kamu nomor duakan! Alih-alih bekerja keras siang dan malam, bukankah lebih bijak kalau kamu juga menyisakan sedikit waktu untuk mereka yang kamu cinta? Mereka adalah orang-orang terpenting dalam hidupmu, tolong jangan usir mereka hanya karena materi!

Jika Rezekimu Sedikit Lakukan Amalan Ini, Agar Rezeki Datang Tak Henti-henti

Jika Rezekimu Sedikit Lakukan Amalan Ini, Agar Rezeki Datang Tak Henti-henti

Bagi Sodaraku yang sedang kesulitan rezeki, mungkin sangat membutuhkan Amalan untuk Memudahkan Rezeki, agar rezekinya lancar, pilih salah satu amalan yang sekiranya dapat dilaksanakan dengan mudah tanpa memberatkan. Semoga Allah mengabulkan do’a do’a kita…


1. AMALAN DENGAN BASMALAH

1. Barang siapa membaca Basmalah (BISMILLAHIRROHMANIRROOHIM) 313 kali ketika matahari terbit dengan menghadap qiblat kemudian membaca sholawat 100 kali, maka Allah akan memberinya rezeki yang tak terduga

2. Barang siapa membaca Basmalah 12.000 kali, setiap seribu kali sholat sunnah 2 rokaat, lalu memohon rezeki yang banyak insya Allah terkabul

3. Barang siapa membaca Basmalah 786 kali setiap hari selama 7 hari berturut-turut dengan maksud memperoleh rezeki yang melimpah , insya Allah akan terwujud.

2. AMALAN DENGAN FATIHAH

1. Siapa yang membaca Al-Fatihah 41 kali antara shalat sunnat qobliyah dan sholat Subuh. maka segala hutangnya akan terbayar, ada saja jalannya dan rezekinya lancar

2. Barang siapa membaca Fatihah setiap selesai Subuh 30 kali, selesai Ashar 20 kali, selesai Maghrib 15 kali, selesai Isya’ 10 kali, maka rezekinya akan dimudahkan oleh Allah.

3. Perhatikan hari Ahad yang ada di permulaan bulan ( bulan Hijriyah ), pada hari Ahad itu bacalah Fatihah 70 kali, hari Senennya baca 60 kali, hari Selasanya baca 50 kali, hari Rabunya 40 kali, hari Kamisnya 30 kali, hari Jumatnya baca 20 kali, hari Sabtunya baca 10 kali, kemudian diulang sampai satu bulan. maka tunggulah keajaiban dari rezeki Anda.

3. AMALAN DENGAN al-IKHLAS

1. Agar dikaruniai Allah rezeki yang banyak, maka bacalah surat al-Ikhlas 1000 kali, lalu memohon untuk dilapangkan rezeki, insya Allah terkabul

2. Apabila Anda ingin mengetahui usaha apa yang dapat mendatangkan rezeki yang banyak, begini caranya : Pada malam Jumat baca al-Ikhlas 66 kali , lalu membaca lafadz “ALLAH” 5631 kali, kemudian membaca ” MASYAALLAH” 1000 kali, lalu membaca sholawat 1000 kali. kemudian tidurlah, maka dalam mimpi Anda akan dipertunjukkan pekerjaan yang membuat Anda sukses.

4. AMALAN DENGAN YAASIN

1. Barang siapa yang punya kepentingan terhadap seseorang agar dikabulkan maksudnya dalam urusan Rezeki maka bacalah terlebih dahulu Surat Yasin 25 kali, kemudian berangkatlah, insya Allah apa yang dimaksud terkabul.

2. Bila ingin manjadi kaya mendadak, maka bacalah Surat Yasin 41 kali , tanpa berpindah tempat, lalu tanpa bicara apapun kemudian tidurlah, setelah bangun Keajaiban terjadi.

5. AMALAN DENGAN WAQIAH

1. Apabila anda memohon kepada Allah datangnya rezeki yang melimpah maka bacalah Waqiah 41 kali , dan jangan berpindah tempat sampai selesai. sering-seringlah.Rezeki Anda datangnya akan seperti hujan.

2. Nabi bersabda :” Barang siapa membaca Surat Waqiah setiap hari , maka ia tidak akan mengalami kefakiran selamanya.


Amalan untuk Memudahkan Rezeki, Kelancaran Rejeki

Link : http://bit.ly/RezekiLangit
Jumat, 07 Agustus 2015

Akibat Riba Talangan Haji, Antrian Jadi 10-15 Tahun

Tidak diragukan lagi, antrian haji yang menjadi panjang sampai 10-15 tahuan adalah salah satu kerusakan dari sitem riba dengan kamuflase “dana talangan haji”. Kita bisa lihat beritanya:
“Jakarta-Kementerian Agama (Kemenag) menerapkan pembatasan dana talangan haji yang dituding yang sebagai penyebab panjangnya antrean haji.Caranya, 27 bank penerima setoran (BPS) biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) boleh memberikan dana talangan haji, namun tidak boleh bersifat pinjaman.”[1]
Dan alhamdulillah pemerintah sadar dan akhirnya mengharamkan sistem ini.
“Polemik boleh tidaknya perbankan syariah menyediakan produk dana talangan haji berakhir sudah.Kementerian Agama (Kemnag) resmi melarang perbankan syariah menjajakan layanan ini ke masyarakat.
Kemnag beranggapan, naik haji hanya bagi mereka yang mampu. Sementara calon haji yangmenggunakan dana talangan haji belum memiliki kemampuan secara ekonomi naik haji. ..
Riyanto, Direktur Utama Bank Syariah Bukopin (BSB), mengaku telah mendapatkan imbauan dari Kemnag agar tidak menawarkan produk tersebut. Alasannya, talangan haji menambah panjang daftar antrean naik haji.
“Ini merupakan isu lama di dewan pengawas syariah perbankan. Kami menyesalkan imbauan tersebut, sebab Kemnag tidak mempertimbangkan keputusan ini secara mendalam,” ujarnya, Rabu (20/3).”[2]
Hanya dengan uang sekitar 2-5 juta seseorang sudah bisa mendaftar haji dan memperpanjang antrian haji. Padahal ia belum tentu mampu dan syarat haji adalah mampu.
Demikianlah bagaimana sistem riba merusak kehidupan dan merusak perekonomian suatu bangsa dan banyak dari umat Islam yang tidak menyadari. Memang sistem riba tidak langsung terlihat dampaknya atau secara individu tidak terlalu terlihat. Akan tetapi secara sistem akan merusak sistem perekonomian dan bisa menruntuhkan perekonomian suatu bangsa.
Riba pada sistem dana talangan haji
Jelas terdapat riba dalam sistem ini, karena aqad yang di maksud adalah pinjaman dan pinjaman termasuk aqad sosial untuk membantu (Transaksi tabarru’at), sehingga tidak boleh ada dari salah satu pihak yang mengambil keuntungan, karena memang niat awalnya adalah membantu.
Kita bisa lihat di salah satu situs yang melayani sistem dana talangan haji:
“Fitur Umum : Berdasarkan prinsip syariah dengan akad al-qardh (pinjaman), Fasilitas angsuran secara autodebet dari Tabungan Haji Arafah”[3]
Dalam Transaksi tabarru’at dengan niat membantu, maka tidak boleh ada mengambil keuntungan. Jika ada maka termasuk riba. Sebagaiman kaidah yang sudah ma’ruf dari ulama.
كل قرض جر منفعة فهو ربا
“Setiap piutang yang memberikan keuntungan maka (keuntungan) itu adalah riba.”
Ini maksudnya adalah segala keuntungan. Pelayanan,pemberian sesuatu terkait dengan pinjaman tersebut. dari Anas bin Malikradhiallahu ‘anhu,
إذا أقرض أحدكم قرضا فأهدى له أو حمله على الدابة فلا يركبها ولا يقبله
“Apabila kalian mengutangkan sesuatu kepada orang lain, kemudian (orang yang berutang) memberi hadiah kepada yang mengutangi atau memberi layanan berupa naik kendaraannya (dengan gratis), janganlah menaikinya dan jangan menerimanya.”[4]
Dalam dana talangan haji, yang ada biaya ganti semacam “ujrah” untuk bank sekian juta. Inilah sistem riba yang dimaksud
Dan yang perlu diperhatikan juga bahwa haji dikaitkan dengan kemampuan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” (Ali-Imran : 97)
Dan ini (talangan haji) termasuk memaksakan diri dalam beribadah dan mengerjakan amalan yang tidak sanggup dikerjakan. Ini sudah diperingatkan oleh RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam,
يَاأَيُّهَاالنَّاسُ عَلَيْكُمْ مِنَالأَعْمَالِ مَاتُطِيْقُوْنَ فَإِنَّ اللَّهَ لاَيَمُلُّ حَتَّى تَمُلُّواوَإِنَّ أَحَبَّ اْلأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَادُوْوِمَ عَلَيْهِ وَإِنْ قَلَّ
“Wahai umat manusia, hendaknya kalian mengerjakan amalan yang kuasa kalian kerjakan, karena sejatinya Allah tidak pernah merasa bosan (diibadahi) walaupun kalian sudah merasakannya. Dan sesungguhnya amalan yang paling dicintai Allah ialah amalan yang dilakukan secara terus menerus, walaupun hanya sedikit”[5]
Bahaya sistem riba
Rtiba sangat dilarang dalam Islam bahkan ancamannya sangat keras. Karena memang bisa merusak kehidupan dan menghancurkan ekonomi suatu bangsa. Karena dampak buruknya tidak langsung dengan cepat terlihat.
Terlalu banyak dalil dan ancaman mengenai riba, beberapa akan dipaparkan di sini.
-dosanya yang paling ringan seperti menzinahi ibu sendiri dan sekian kali lipat dosa berzina
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الرِبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ وَإِنْ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ
“Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.”[6]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
دِرْهَمُ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةِ وَثَلاَثِيْنَ زَنْيَةً
“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.”[7]
-akan diperangi oleh Allah dan Rasul-Nya, Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَذَرُواْ مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَْ فَإِن لَّمْ تَفْعَلُواْ فَأْذَنُواْ بِحَرْبٍ مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.”(Al-Baqarah: 278-279)
-dilaknat semua yang mendukung riba
dari sahabat Jabir bin Abdillahradhiallahu ‘anhu bahwasannya ia menuturkan,
لعن رسول الله صلّى الله عليه وسلّم آكل الربا وموكله وكاتبه وشاهديه، وقال: (هم سواء). رواه مسلم
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknati pemakan riba (rentenir), orang yang memberikan / membayar riba (nasabah), penulisnya (sekretarisnya), dan juga dua orang saksinya. Dan beliau juga bersabda, ‘Mereka itu sama dalam hal dosanya’.”[8]
-termasuk dosa besar yang membinasakan,
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ » . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَمَا هُنَّ قَالَ « الشِّرْكُ بِاللَّهِ ، وَالسِّحْرُ ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِى حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ ، وَأَكْلُ الرِّبَا ، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ ، وَالتَّوَلِّى يَوْمَ الزَّحْفِ ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلاَتِ
“Jauhilah tujuh dosa besar yang akan menjerumuskan pelakunya dalam neraka.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa saja dosa-dosa tersebut?” Beliau mengatakan, “(1) Menyekutukan Allah, (2) sihir, (3) membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang dibenarkan, (4) memakan harta anak yatim, (5) memakan riba, (6) melarikan diri dari medan peperangan, (7) menuduh wanita yang menjaga kehormatannya (bahwa ia dituduh berzina)”[9]
Demikian semoga bermanfaat
Selasa, 04 Agustus 2015

( Kisah Inspirasi Islami Menyentuh Hati ) Tak Punya Tangan dan Kaki, Menggelindingkan Badan Demi Shalat Jamaah

( Kisah Inspirasi Islami Menyentuh Hati ) Tak Punya Tangan dan Kaki, Menggelindingkan Badan Demi Shalat Jamaah
Apa alasan kita tidak shalat jamaah? Banyak. Lelah, capek, nggak enak badan, sibuk, rumah jauh dari masjid, dan beribu alasan lainnya.

Di antara alasan-alasan itu, sebenarnya bukanlah penghalang dalam shalat berjamaah. Jika bersungguh-sungguh, mayoritas alasan itu bisa ditepis dengan mudah.

Mari belajar dari saudara kita ini. Ia tidak memiliki tangan dan kaki. Tentu karenanya ia tidak bisa berjalan. Namun… kondisi fisik yang jauh dari sempurna tersebut tidak menghalanginya untuk shalat jamaah.

Adam Ibrahim menuturkan, saudara kita ini usianya 17 tahun. Meski tak punya tangan dan kaki, ia merupakan orang yang kuat melaksanakan shalat jamaah di masjid, lima waktu. “Saat mencari shaf ia menggelindingkan badannya karena tidak bisa berjalan. Dan pada saat shalat posisinya hanya bisa berbaring,” tuturnya. “Kini ia jadi santri ponpes Darul Quran karena ingin menghafal Al Qur’an.”

Masya Allah… tidakkah kita malu pada saudara kita ini? Kita sehat, memiliki fisik yang lengkap, namun kerap meninggalkan shalat jama’ah. Menjawab pertanyaan teman di dunia, kita bisa beralasan. Namun bagaimana jika Allah yang bertanya di yaumul hisab?

“Capek ya Allah”

“Rumah jauh ya Allah”

Begitukah jawaban kita?

Lalu bagaimana jika Allah mendatangkan orang-orang seperti saudara kita ini. “Ini saudaramu. Ia tidak memiliki tangan dan kaki. Ia menggelindingkan badannya demi mendapatkan shaf depan saat shalat jamaah. Apakah ia tidak capek, tidak lelah?” Apa jawaban kita?

Atau Allah mendatangkan orang seperti Syaikh Ahmad Yasin. “Ini saudaramu. Ia lumpuh. Tak bisa menggerakkan tangan dan kaki. Bahkan tak bisa menolehkan kepala dengan mudah. Namun ia tetap shalat jamaah.” Lalu apa jawaban kita?

Pernah seorang yang buta menghadap Rasulullah. Ia mengadukan bahwa ia tidak memiliki penuntun jalan untuk mendampinginya ke masjid. Maka ia pun meminta keringanan untuk tidak shalat jamaah di masjid, hanya shalat di rumah. Rasulullah pun memberinya keringanan. Namun saat lelaki tersebut beranjak, Rasulullah memanggilnya kemudian bertanya. “Apakah engkau mendengar adzan?” Laki-laki buta itu menjawab, ”Ya”. Lantas Rasulullah bersabda, “Penuhilah seruan (adzan) itu.”

Jika yang buta saja tetap diperintahkan untuk shalat jamaah, betapa selama ini kita yang fisiknya sempurna telah lalai dengan beragam alasan untuk tidak menuju masjid saat adzan telah berkumandang. [Muchlisin BK/Bersamadakwah]
Kamis, 30 Juli 2015

Dosa Besar Itu Bernama : "Pengganggu Istri/Suami Orang Lain "

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“… dan siapa yang merusak (hubungan) seorang wanita dari suaminya, maka ia bukanlah dari (golongan) kami’”(Hadits shahîh diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Bazzar, Ibn Hibban, Al-Nasa-a dalam al-Kubra dan Al-Baihaqi)

Belakangan ini film dan sinetron mengenai perselingkuhan, serta orang ketiga yang menjadi wanita atau pria perusak rumah tangga orang lain seolah sudah menjadi hal yang biasa saja, padahal ancaman hukumannya sungguh-sungguh amat berat dalam ajaran Islam.

Imam Ibnul Qoyyim Rahimahullah mengatakan tentang hukum merusak hubungan wanita dengan suaminya:

“Perbuatan ini termasuk salah dosa besar, Sebab, jika syari’at melaraang meminang pinangan saudaranya, maka bagaaimana halnya dengan orang yang merusak isterinya, serta berusaha memisahkan di antara keduanya sehingga dia bisa berhubungan dengannya. Perbuatan dosa ini tidak kurang dari perbuatan keji (zina), walaupun tidak melebihinya, dan hak lain tidak gugur dengan taubat dari kekejian. Karena taubat, meskipun telah menggugurkan hak Allah, namun hak hamba masih tetap ada. Menzalimi seseorang (suami) dengan merusak isterinya dan kejahatan terhadap ranjangnya, hal itu lebih besar dibandingkan merampas hartanya secara zalim. Bahkan,tidak ada (hukuman) yang setara disisinya kecuali (dengan) mengalirkan darahnya.” (al-manawi dalam Faaidhul Qadiir)

Rasulullâh –shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Tidak halal bagi seorang wanita meminta (kepada suaminya) agar sang suami mencerai wanita lain (yang menjadi istrinya) dengan maksud agar sang wanita ini memonopli ‘piringnya’, sesungguhnya hak dia adalah apa yang telah ditetapkan untuknya”. (Hadîts muttafaq ‘alaih).

Ada kisah nyata yang terjadi di Lebanon, seorang istri yang terpikat seorang laki-laki yang dikenalnya ketika chatting di internet. Laki-laki ini sungguh jauh berbeda dengan sosok suaminya, ia sangat perhatian, suka bercanda, enak diajak ngobrol, hingga akhirnya sang istri tidak lagi berminat melayani suaminya dengan baik.

Ketika suaminya menjual komputer rumahnya, karena sang istri keranjingan chatting, istrinya malah marah-marah dan menggugat cerai. Karena suaminya begitu menyayangi sang istri, awalnya suaminya menolak menceraikan, tapi didesak terus-menerus, akhirnya mereka bercerai.

Sang istri mencari lelaki yang di dalam chatting senantiasa berjanji akan menikahinya jika ia berpisah dengan suaminya. Akan tetapi begitu ditemui, ternyata lelaki itu menolak untuk menikahinya.

“Aku tidak suka dengan istri yang tidak setia pada suami, sepertimu. Selama ini, aku hanya menguji sejauh mana kamu setia dengan suamimu”

Maka, sungguh merugilah apa yang telah diperbuat sang istri, karena mengkhianati suaminya dan terpedaya bujuk rayu laki-laki lain yang memang suka merusak rumah tangga.

1. Hukum Ukhrowi

Para ulama’ bersepakat bahwa hukum mengganggu dan merusak hubungan sebagaimana dimaksud dalam hadîts nabi di atas adalah haram maka siapa saja yang melakukannya, maka ia mendapatkan dosa dan diancam siksa di neraka.

Bahkan Imam Al-Haitsamî mengkategorikan perbuatan dosa ini sebagai dosa besar.

Dalam kitabnya Al-Zawâjir ‘an Iqtirâf al-Kabâir beliau menyebutkan bahwa dosa besar yang ke 257 dan 258 yaitu merusak seorang wanita agar terpisah dari suaminya dan merusak seorang suami agar terpisah dari istrinya.

Alasannya, hadîts nabi –shallallâhu ‘alaihi wa sallam – di atas menafikan pelaku perbuatan merusak ini dari bagian umat beliau, dan ini terhitung sebagai ancaman berat. Juga para ulama’ sebelumnya, secara sharîh (jelas) mengkategorikannya sebagai dosa besar. (lihat Al-Zawâjir juz 2, hal. 577).

b. Hukum Duniawî

Ada dua hukum duniawi terkait dengan hadits ini, yaitu:

1. Jika ada seorang lelaki yang merusak hubungan seorang wanita dari suaminya, lalu sang wanita itu meminta cerai dari suaminya, dan sang suami mengabulkannya, atau jika ada seorang lelaki merusak hubungan seorang wanita dari suaminya, lalu sang suami marah dan menceraikan istrinya, lalu sang lelaki yang merusak ini menikahi wanita tersebut, apakah pernikahannya sah?

Jumhur ulama’ berpendapat bahwa pernikahan sang lelaki perusak dengan wanita korban tindakan perusakannya adalah sah. Alasannya adalah karena wanita tersebut tidak secara eksplisit terhitung sebagai muharramât (wanita-wanita yang diharamkan baginya).

Namun, ulama’ Mâlikiyyah memiliki pendapat yang berbeda dengan Jumhur. Mereka berpendapat bahwa pernikahan yang terjadi antara seorang lelaki perusak dengan wanita yang pernah menjadi korban tindakan perusakannya harus dibatalkan, baik sebelum terjadi akan nikah di antara keduanya atau sudah terjadi.

Yang lebih menarik lagi dari pendapat Mâlikiyyah ini adalah: ada sebagian dari ulama’ Mâlikiyyah yang berpendapat bahwa wanita “korban” tindakan perusakan seorang lelaki, menjadi haram selamanya bagi sang lelaki perusak tersebut.

Perbedaan pendapat ini kami sebutkan di sini sebagai peringatan keras bagi siapa saja agar tidak melakukan perbuatan seperti ini, walaupun, secara hukum fiqih, pendapat Jumhur lebih kuat, akan tetapi, pendapat Mâlikiyyah, perlu kita jadikan sebagai cambuk peringatan.

2. Jika ada seseorang yang melakukan perbuatan terlarang ini, adakah ia perlu mendapatkan hukuman di dunia?

Para ulama’ berpendapat bahwa perbuatan terlarang seperti ini, jika ada yang melakukan, maka hakim berwewenang menjatuhkan ta’zîr (hukuman yang ketentuannya ditetapkan oleh hakim atau penguasa) dengan syarat tidak melebihi bobot 40 cambukan.

Di antara mereka ada yang berpendapat, hukumannya adalah kurungan penjara sampai ia menyatakan tobat atau meninggal dunia (sebagian penganut Mazhab Hanafî)

Di antara mereka ada yang berpendapat, cukup diberi cambukan keras saja, dipublikasikan perbuatannya, agar orang waspada darinya dan agar orang lain mengambil ibrah (sebagian penganut madzhab Hanbalî). Semoga kita semua terhindar dari perbuatan yang sangat tercela ini, aamiin.
Rabu, 22 Juli 2015

Wajib Baca Bunda : "7 Perbuatan Melambangkan Kamu Bukan Lagi Seorang Isteri"


1. Ketika suamimu pulang dari kerja, kamu masih sibuk di rumah, tidak menyambutnya di pintu malah tidak memberikan senyuman dalam keadaan dia kepenatan.
 

2. Makanan suami bukan lagi dari air tanganmu sebaliknya air tangan mamak Restoran. Pakaian suami diberikan kepada tukang dobi untuk dicuci dan digosok.

 

3. Ketika suami marah menegur mu, kamu menjawabnya dengan leteran dan meninggikan suara kepadanya.



4. Ketika suami duduk bersamamu di rumah, baumu tidak menyenangkan, pakaianmu tidak bersih dan tidak menarik.



5. Rahasia rumah tanggamu diceritakan kepada ibumu, kakak dan juga sahabat handaimu.



6. Tidak berlaku baik dengan keluarga suami malah menghasut suami sehingga meninggalkan tanggungjawab terhadap keluarga suamimu.



7. Tiba waktu solat, kamu tidak mengejutnya bangun untuk solat dan tidak menyuruh melakukan ketaatan, tidak meminta suamimu bertaubat dari dosa dan tidak meminta suami meninggalkan maksiat.



Ya Allah, kurniakan kepada pemuda Islam dengan isteri yang solehah dan kurniakanlah kepada perempuan Islam dengan suami yang soleh.


Sumber: Ahmad Syihan Ismail
Senin, 29 Juni 2015

Meski Sudah Tenar, Gadis Cantik Penjual Daging Ini Enggan Beralih Profesi

Meski Sudah Tenar, Gadis Cantik Penjual Daging Ini Enggan Beralih Profesi
Menjadi penjual daging bukanlah pekerjaan yang glamor.

Namun Zhang Caijie telah membuat pekerjaan ini tampak fashionable di mata orang lain karena kecantikannya.

Zhang yang masih berusia 25 tahun ini bukan wanita sembarangan.

Dua tahun lalu ia tercatat sebagai mahasiswi filsafat di Universitas Katolik Fu Jen.

Namun memutuskan berhenti demi membantu orangtuanya berjualan daging di pasar Dongmen, Taipei.

Namun karena kecantikannya, tak jarang para pria membeli daging agar bisa mendapatkan nomor teleponnya.

"Seberapa banyak daging yang harus saya beli sebelum kamu memberi nomor teleponmu?" kata seorang pria.

Tak cuma itu, Zhang juga mendapat perhatian dari ibu-ibu atau nenek-nenek yang ingin mengenalkannya pada anak atau cucu lelaki mereka.

"Mereka selalu tanya apakah aku sudah punya pacar, di mana aku sekolah, dan hal-hal semacam itu," jelas Zhang.

Banyak orang sudah menawarkan pekerjaan pada gadis cantik ini.

Namun karena keluarganya merupakan garis keturunan ketiga penjual daging.

Ia memilih untuk tetap bekerja sebagai tukang daging di sela masa liburnya. Wah, berbakti banget ya Zhang.

Sementara itu, seiring semakin tenarnya Zhang Caijie tidak membuat dirinya gelap mata.

Serta meninggalkan perkejaannya sebagai penjual daging babi. Seperti yang dikutip dari Shanghaaiist, Senin (29/8/2015).


"Jujur saya sangat tak nyaman dengan julukan yang disematkan pada saya."

"Tapi itu tidak akan membuat saya terpengaruh dan beralih profesi. Bagi saya profesi adalah tempat yang paling cocok untuk saya,"ujarnya kepad wartawan.

Zhang Caijie, gadis cantik penjual daging ini sejak kemunculannya pertama kali telah menyita perhatian dunia.

Dikabarkan pusat hiburan Asia ingin mengontraknya. Namun kabar terakhir ia menolak dan tetap memilih profesinya sekarang.

10 Hari Pertama Ramadhan Telah Meninggalkan Kita

10 Hari Pertama Ramadhan Telah Meninggalkan Kita
Tak terasa 10 hari pertama bulan Ramadhan ini telah beranjak pergi dan tidak akan pernah kembali kecuali Allah Ta'ala izinkan, dimana 10 hari pertama itu penuh dengan cucuran Rahmat Ilahi.
.
Dan sekarang kita memasuki 10 hari pertengahan Ramadhan yang di jelaskan oleh baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bahwa AWSHATUHU MAGHFIRAH pertengahannya adalah saat pengampunan.
.
Sayang sekali jika kita melewatinya, semoga segala rahmat-Nya telah kita gapai kini kita berlomba-lomba untuk mendapatkan pengampunan-Nya.
.
Dan orang yang sangat merugi ketika pintu-pintu ampunan telah dibukakan namun mereka enggan atau tidak mau memohon ampunan-Nya, hingga keluar dari dunia tanpa ampunan-Nya karena kesombongan mereka.
.
Patut kita renungkan : “Laa takuunuu Ramadhaniyyan, walaakin kuunuu Rabbaniyyan. Janganlah kita menjadi hamba Ramadhan, tapi jadilah hamba Tuhan.” Karena ada sebagian manusia yang menyibukkan diri di bulan Ramadhan dengan maksiat dibungkus dengan keta’atan atau sebaliknya hingga banyak yang terperdaya, mereka me-Label kegiatannya sebagai syi'ar namun hal itu sebenarnya bertentangan dengan syariat.
.
Saudaraku yang dirahmati Allah Ta'ala...
.
Contoh kecil, Berbuka puasa bersama itu mulia,bisa mengeratkan tali ukhuwah namun bercampurnya bukan mahram disatu tempat hingga bisa bebas tak terarah selain menghilangkan kemuliaannya tapi bisa jatuhnya berdosa, juga boros dengan makan dan minum,hingga lupa disebelah rumah kita masih ada mereka yang kelaparan, padahal esensi ramadhan juga agar kita bisa merasakan lapar dan dahaga mereka dan masih banyak lagi jenis syi'ar tapi melanggar syar'i yang berlaku di depan mata kita.
.
Saudaraku...
Ingat 10 hari pertengahan ini, gunakanlah memperbanyak memohon ampunan-Nya, mudah-mudahan jika ada dosa yang mungkin belum terampunkan, bisa diAmpunkan oleh Allah Ta'ala.
Allah cinta agar manusia ta’at sepanjang zaman, sebagaimana Allah murka terhadap orang yang bermaksiat di sepanjang waktu.
Dan karena kita ingin mengambil bekalan sebanyak mungkin di satu bulan ini, untuk mengarungi sebelas bulan selainnya.
Semoga Allah swt. menerima amal kebaikan kita. Aamiin
.
TaqobbalAllhu Minna wa minkum Sholihul A'mal . .
[ Alhabib Quraisy Baharun ]

Tentang Cara Mendidik dan Bertutur - Bersikap dengan Anak Kecil Kita

Tentang Cara Mendidik dan Bertutur - Bersikap dengan Anak Kecil Kita
1— Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Cuba tunjuk burung atau awan di atas langit agar dia melihatnya, dia akan terdiam. Kerana psikologi manusia saat menangis, adalah menunduk.

2— Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: "Dah, sudah main, stop sekarang!". Tapi katakan kepada mereka: "Main 5 minit lagi yaaa". Kemudian ingatkankembali:"Dua minit lagi yaaa". Kemudian barulah katakan:"Dah, waktu main sudah habis". Mereka akan berhenti bermain.

3— Jika anak-anak sedang bertelingkah atau menyebabkan keadaan riuh di sesuatu tempat, dan engkau ingin mengalih perhatian mereka, maka katakanlah: "siapa yang mau mendengar cerita ibu? angkat tangan..". Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.

4— Katakan kepada anak-anak sewaktu mahu tidur:"tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh", maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: "Jam tidur, besok kan sekolah", akhirnya mereka tidak sholat subuh kerana perhatiannya adalah dunia.

5— Nikmati masa kecil anak-anakmu, kerana waktu akan berlalu sangat cepat. Kenakalan dan kekanak-kanakanmereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, berguraulah bersama mereka.

6— Tinggalkan HP seketika, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelefon urusan tak penting, katakan:"Maaf, saya sedang sibuk dengan anak-anak". Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya keperibadianmu.Orang yang bijaksana tahu bagaimana caramenyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.

Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah. Dengarkan doa kita didepan anak-anak supaya mereka tahu betapa pentingnya mereka pada kita.
Sumber : - Cosmeth Albertho -

Rabu, 20 Mei 2015

Video 27 Detik Ini Bisa Ubah Hidup Anda Selamanya

Video 27 Detik Ini Bisa Ubah Hidup Anda Selamanya - Ada masanya dimana kehidupan seseorang merasa hidupnya tidak maju dan berkembang. Susah meraih kesuksesan yang selama ini diimpi-impikan.

Video hitam putih yang berjudul “Life Explained in 27 Second” yang diunggah oleh CaseyNeistat memberikan makna yang mendalam tentang kehidupan. Video berdurasi 27 detik ini memberikan inspirasi yang dapat mengubah hidup Anda.

Dalam video tersebut terlihat seorang pria yang berjalan diatas trotoar berjalan dan bergerak mengikuti arah trotoar yang berlawanan. 

Awalnya pria tersebut dapat menyeimbangan gerakannya, lalu pria tersebut terdiam dan mundur kebelakang. Tak berapa lama kemudian pria tersebut muncul dan berlari melawan arah trotoar. 

Pesan dari video tersebut adalah hidup itu seperti berjalan di sebuah troatoar yang berlawanan arah dengan impian kita. Jika kita berjalan dengan gerakan dan kekuatan yang sama kita akan tetap berada ditempat yang itu-itu saja.

Apalagi jika kita diam dan berhenti bergerak, kita akan jauh mundur kebelakang dan tertinggal dari orang-orang. Untuk dapat meraih kesuksesan yang kita ingin, kita harus berani mengeluarkan segala tenaga dan kemampuan kita melawan arus. Selalu ada hal yang harus diperbaiki jika apa yang diinginkan belum juga tercapai.