Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Kamis, 13 Oktober 2016

Jika Ada Tanda Seperti Ini di Tembok / Pagar Rumah Anda, Segera Hapus dan Bersiaga

Pernahkah anda melihat coretan-coretan pylox di tembok, pagar, tiang listrik, atau fasilitas umum? Tentu sering, apalagi di kota-kota. Coretan-coretan tersebut jelas sangat terlihat kotor, dan tentunya itu adalah hasil karya orang-orang iseng.

Namun tahukah anda, ternyata beberapa coretan dengan tulisan khusus memiliki arti yang mesti kita waspadai keberadaannya, apalagi jika coretan tersebut tertulis di tembok / pagar rumah kita. Mengapa? 

Perampokan, hampir tiap hari aksi kejahatan tersebut terjadi. Kita harus selalu waspada karena siapa tahu kita akan menjadi korban selanjutnya. Dalam menjalankan aksinya, para perampok melakukannya dengan sangat terencana.

Waspadalah, ternyata simbol kode berupa coretan-coretan di tembok atau pagar rumah biasa dijadikan sebagai tanda untuk dijadikan target aksi perampokan. Tak hanya agen rahasia yang mempunyai kode rahasia dalam berkomunikasi antar sesamanya, ternyata maling juga punya.

Kode Pencurian
Di media sosial banyak yang mengaku bahwa di tembok dan pagar rumahnya terdapat coretan kode seperti itu dan mengalami perampokan beberapa hari setelahnya. 


Beberapa netizen mengaku menemukan kode semacam itu di beberapa tempat. Namun maksud dari ‘sandi rahasia’ itu belum ada yang bisa mengkonfirmasinya.

Contoh kasus: Kode yang Sama Ditemukan di daerah Buaran

Salah satu aksi perampokan terjadi di Daerah Buaran 2 Klender, Jakarta Timur. Sebuah rumah di kawasan tersebut mengaku kehilangan dua sepeda motor dalam waktu yang berbeda. Pemilik kontrakan tersebutpun mulai mencurigai kode yang tercoret di tembok depan rumahnya tersebut. 
 
 
Seminggu setelah kejadian itu, maling motor kembali terjadi di daerah tersebut. Dan sehari sebelum aksi perampokan terjadi terdapat coretan-coretan di tembok pagar rumah korban.

Penghuni rumah di Buaran yang bernama Bram, merasa ada yang aneh dari grafiti yang ada di depan rumahnya. Dia merasa bahwa coretan itu tidak seperti coretan iseng atau grafiti biasa. Kemudian Bram menanyakan ke tetangganya yang kebetulan seorang anggota TNI.

Menurut hasil analisa anggota TNI tersebut, kode-kode tersebut bisa diartikan sebagai PA: Posisi Aman, B2: Buaran 2, 524 menujukkan jam operasi. Angka 5 berarti sore sampai Magrib, ini pas kejadian motor pertama yang diambil. Lalu 2-4 menunjukkan dinihari hingga pukul 04.00 WIB. Ini sesuai dengan kejadian pengambilan motor yang kedua. Lalu strong berarti sasaran potensial untuk pencurian. Selain kode di atas, ada juga kode coretan berbentuk cross putih yang artinya bahwa lokasi tersebut bebas penjagaan.

Memang, tidak semua coretan-coretan grafiti harus kita curgai. Bila anda menemukan coreta-coretan seperti di atas, segera hapus atau tutupi dengan cat. Anda juga patut berhati-hati dengan orang yang berpura-pura menanyakan rumah kontrakan di sekitar, karena ini adalah modus yang paling sering digunakan para perampok untuk “menyurvei” rumah calon korbannya. 

Mari berbagi info, kabari keluarga dan teman kita.
[akspediaislam]
Senin, 29 Juni 2015

Tak Mau Bosan Menunggu di Bandara? Coba 5 Cara Ini

Tak Mau Bosan Menunggu di Bandara? Coba Cara Ini - Pesawat menjadi salah satu transportasi yang banyak digunakan. Sayangnya, pesawat yang akan kita tumpangi kerap mengalami keterlambatan, sehingga kita dipaksa untuk menunggu dan tentunya itu sangat membosankan. Namun, berikut ini ada beberapa kiat menghabiskan waktu ketika menunggu di bandara:

1. Mengasah pengetahuan

Salah satu cara mengasah pengetahuan kita adalah dengan membaca buku. Toko buku di bandara dapat menjadi target untuk menghabiskan waktu menunggu pesawat.

2. Bersantai dan istirahat

Tidak sedikit bandara yang memiliki salon, spa, atau relaksasi daerah. Daripada membuang waktu, tak ada salahnya beristirahat dan bersantai dengan melakukan pijat agar badan terasa lebih tenang dan segar.

3. Mencari produk dengan penawaran terbaik

Bandara bisa menjadi tempat berbelanja yang menyenangkan karena banyak menawarkan produk-produk yang menjadi khas dari sebuah daerah. Dengan begitu, kita bisa berburu souvenir untuk orang-orang yang kita cintai. Namun, jangan lupa untuk mencari penawaran dengan harga terbaik.


4. Membaca majalah atau tabloid lucu

Seperti yang dikatakan sebelumnya, toko buku menjadi tempat yang paling cocok untuk menghasbiskan waktu di bandara ketika kita menunggu pesawat. Membaca majalah atau tabloid yang lucu atau yang bersifat menghibur, tentunya akan sangat menyenangkan. Mungkin, kita juga bisa mendapati buku teka-teki, Sudoku, atau lainnya untuk mengasah keaktifan otak.

5. Menuliskan pengalaman perjalanan

Menuangkan kisah perjalanan kita ke dalam tulisan yang kemudian akan dibaca ulang menjadi keunikan tersendiri. Mulai dari bepergian hingga pulang, kita bisa menulisnya, terutama mengenai kejadian-kejadian yang unik. Ini pun akan menjadi kenangan kita.

Mulai sekarang, jangan bingung lagi karena kita bisa mencoba beberapa cara menghabiskan waktu ketika menunggu di bandara. Isilah waktu dengan kegiatan positif daripada hanya membuang waktu untuk hal yang tidak berguna.
Sabtu, 21 Februari 2015

Lion Air Utang Rp 4 Miliar

Lion Air Utang Rp 4 Miliar - Manajemen Lion Air buka-bukaan soal dana pengembalian tiket alias refund penumpang. Demi menyelesaikan masalah, Lion Air meminjam dana segar kepada PT Angkasa Pura II sebesar Rp 4 miliar sebagai dana pengganti tiket penumpang yang mengalami gagal terbang.

"Dana tersebut kan engak cukup, dan kami dapat suplay dari dari Angkasa Pura II sebesar Rp 4 miliar sehingga kita bisa ganti rugi penumpang, dan uang itu pasti kami kembalikan lagi ke Angkasa Pura," ujar Direktur Umum Lion Air Edward Sirait di terminal 3, Tangerang, Jumat (20/2).

Menurutnya, pengembalian uang tiket baru dilakukan lantaran sehari sebelumnya merupakan hari libur. Apalagi, saat itu perseroan baru memiliki uang sebesar Rp 1,5 miliar.

Ia menjelaskan, keterbatasan dana bukan semata persoalan hari libur yang membuat manajemen tidak bisa mengambil uang di bank. Faktor pembelian secara online juga menyebabkan manajemen tidak memiliki uang dalam jumlah besar.

"Kami berjanji mengembalikan uang 100 persen ke penumpang yang ingin diganti uang. Dan kami juga memberikan kesempatan tanpa biaya bagi penumpang yang ingin menjadwalkan ulang penerbangannya," tuturnya seraya mengemukakan, keuangan perseroan hingga kini masih sehat dan mampu mengembalikan uang pinjaman Angkasa Pura II.

"Kerugian itu resiko bisnis, dan kita pikirkan bukan kerugian kita tapi kerugian konsumen, kita sedih," ungkapnya.

Demi mengamankan proses pengembalian uang tiket, PT Angkasa Pura II meminta tambahan personel TNI di loket Lion Air, terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta. Anggota TNI ini berdiri mengelilingi lokasi antrean yang telah disediakan di loket.

Akibat kisruh penerbangan Lion Air, Direktur Operasional dan Teknik PT Angkasa Pura II Djoko Murjatmodjo menyebut, sejumlah penerbangan Sriwijaya Air dan Indonesia AirAsia juga mengalami delay. Sebab, sejumlah penumpang Lion yang kecewa memblokade Terminal 1B dan 3 Bandara Soekarno-Hatta.

"Di Terminal 3, kan, enggak hanya Lion, tapi ada AirAsia juga," kata Djoko.

Djoko menjelaskan, blokade sejumlah penumpang Lion juga membuat check in penumpang AirAsia terlambat. "Yang AirAsia tadi pagi (Jumat), Sriwijaya kemarin (Kamis). Mudah-mudahan ini enggak berlanjut," ujar Djoko.

Communication Manager Indonesia AirAsia Audrey Progastama Petriny mengamini pernyataan Djoko. Ia menyebut, enam penerbangan AirAsia terlambat karena penundaan penerbangan Lion Air. Tiga penerbangan internasional telat sekitar 50-155 menit. Sedangkan tiga penerbangan domestik telat 90-158 menit.

"Tapi semua penerbangan itu sudah berangkat tadi pagi," kata Audrey.

AirAsia menginformasikan bahwa seluruh penumpang penerbangan internasional sementara waktu diberangkatkan dari Terminal 2 E dan penumpang penerbangan domestik dari Terminal 2 F menyusul kondisi terkini di Terminal 3.

Juru bicara AirAsia, Malinda Yasmin mengatakan, lima penerbangan yang mengalami keterlambatan adalah pesawat dengan rute Jakarta - Kuala Lumpur dan Jakarta - Singapura. Sedangkan tiga penerbangan domestik adalah Jakarta - Denpasar, Jakarta - Yogyakarta (QZ 7550) dan Jakarta - Surabaya (QZ 7682)

Malinda menambahkan, proses check in penerbangan domestik tetap berlangsung di Terminal 3. Calon penumpang lalu diantar menuju Terminal 2F dengan bus untuk menjalani boarding.

"Sementara itu, penumpang dengan tujuan internasional diimbau untuk langsung menuju Terminal 2 E dimana proses check-in dan boarding penerbangan internasional dilakukan," tulis Malinda. (tribunnews/faj/sen/kps)

Daftar penerbangan domestik dan internasional AirAsia yang terkena dampak dari situasi terkini di Terminal 3

Internasional
1. Jakarta - Kuala Lumpur (AK 383)
2. Jakarta - Singapura (QZ 262)
3. Jakarta - Bangkok (QZ 250)
4. Jakarta - Kuala Lumpur (QZ 200)
5. Jakarta - Singapura (QZ 264)

Domestik
1. Jakarta - Yogyakarta (QZ 7556)
2. Jakarta - Bali (QZ 7510)
3. Jakarta - Surabaya (QZ 7680)
4. Jakarta - Medan (QZ 8063)
5. Jakarta - Yogyakarta (QZ 7552)

Seluruh penerbangan di atas telah diberangkatkan. Adapun penerbangan lainnya yang terkena dampak dan belum diberangkatkan hingga saat ini adalah sebagai berikut:

Internasional

1. Jakarta - Kuala Lumpur (AK 385)
2. Jakarta - Singapura (QZ 266)

Domestik

1. Jakarta - Denpasar (QZ 7514)
2. Jakarta - Yogyakarta (QZ 7550)
3. Jakarta - Surabaya (QZ 7682)

Sejak Dulu Lion Air Seperti Anak Emas

Sejak Dulu Lion Air Seperti Anak Emas - Maskapai berbiaya rendah Lion Air sejak dulu dinilai menjadi ‘anak emas’ sehingga mendapatkan banyak keistimewaan. Meskipun melakukan kesalahan, regulator dalam hal ini Kementerian Perhubungan dinilai tak berkutik jika sudah menghadapi LionAir.

Pengakuan tersebut disampaikan oleh Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu, kepada wartawan, ditemui di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jumat (20/2/2015).

“Saya dari dulu mengatakan Lion Air ini kaya anak istimewa di negara ini dan saya pernah mengalaminya sendiri. Coba ada yang menegur tidak? Ada apa sih di balik Lion Air ini?” tanya Said.

Menurut pengamatan pria yang kini menjabat sebagai Tim Sinkronisasi untuk Pengolahan dan Pemurnian Minerba, Kementerian ESDM ini, Kementerian Perhubungan mudah sekali memberikan sanksi kepada maskapai selain Lion Air.

“Yang lain gampang sekali ditegur, yang Lion Air ini kenapa tidak ada yang negur? Pak Jonan kan pemberani, kenapa sekarang jadi takut juga sama Lion Air? Hebat sekali Lion Air, Jonan saja takut” tegas Said.

Sementara itu, mengomentari PT Angkasa Pura II yang menalangi biaya pengembalian tiket (refund) penumpang Lion Air, menurut Said, hal tersebut tidak betul sama sekali. “Itu tidak betul sama sekali (kalau harus AP II yang menalangi),” kata dia.

Refund PT Angkasa Pura untuk Lion Air Merugikan Negara

Refund PT Angkasa Pura untuk Lion Air Merugikan Negara - Kebijakan PT Angkasa Pura II yang menawarkan refund (pengembalian uang) tiket Lion Air kepada konsumen, dinilai cuma menguntungkan manajemen penerbangan berbiaya murah itu dan berpotensi merugikan negara.

"Talangan dana itu sebesar Rp4 miliar, itu pelanggaran hukum, dan bisa dikategorikan kebijakan yang koruptif," kata Tulus Abadi, anggota Pengurus Harian YLKI, di Jakarta, Sabtu.

Dia juga menilai kebijakan itu berpotensi merugikan keuangan negara, selain ada dugaan pihak tertentu menekan managemen PT Angkasa Pura II.

"Kebijakan itu hanya akan makin membuat managemen Lion Air jumawa, dan makin ringan tangan melanggar hak-hak konsumen," kata Abadi.

Ia berpendapat seharusnya pemerintah sebagai regulator memberikan sanksi keras dan tegas pada Lion Air yang telah terbukti melanggar hak-hak konsumen/hak-hak publik.

"Bukan justru memberikan bantuan pada Lion Air," katanya.

Dana pengembalian uang Rp4 miliar itu tanggung jawab dari Lion Air sebagai operator jasa penerbangan bukan tanggung jawab pemerintah selaku regulator.

Dua hari lalu terjadi kekacauan masif di puluhan bandara Tanah Air akibat keterlambatan parah dan pembatalan sepihak penerbangan Lion Air. Banyak di antara mereka murka bahkan mengamuk dan saat itu manajemen Lion Air tidak juga bisa memberi penjelasan memuaskan bagi mereka.

Diperkirakan 6.000 pemakai jasa penerbangan Lion Air tidak bisa terbang ke tujuan memakai maskapai penerbangan bermotto We Make People Fly milik Rusdi Kirana --anggota Dewan Pertimbangan Presiden-- itu.

Lion Air diketahui memiliki armada 107 pesawat terbang dengan 81 yang operasional tiap hari. Eskpansi bisnis mereka sangat luar biasa, memesan pasti lebih dari 508 unit pesawat terbang (gabungan Boeing, Airbus, dan ATR), dengan nilai pembelian lebih dari 52,7 miliar dolar Amerika Serikat.

Hingga 2014 lalu, Lion Air secara gigantis dan mencengangkan dunia penerbangan global setelah memesan pasti Airbus A320-200 (64 unit), Airbus A320neo (109 unit), Airbus A321neo (65 unit), Airbua A330-300 (tiga unit), Boeing B-737-800 (17 unit), Boeing B-737-900ER (49 unit), dan Boeing B-737 MAX 9 (201 unit).

Angka itu masih ditambah komitmen pemesanan lima unit Boeing B-787 Dreamliner dan puluhan ATR-72 series.

Dalam dunia penerbangan, lazim dikalkulasi satu unit pesawat terbang memerlukan antara enam hingga delapan set SDM pengawak (satu set terdiri dari kapten pilot-kopilot, seorang petugas keselamatan penerbangan, lima awak kabin alias pramugari/pramugara untuk kelas Boeing B-737 series atau Airbus A-320 series).

Keperluan SDM maskapai penerbangan itu masih harus ditunjang ketersediaan SDM teknisi yang masa investasi pendidikan dan pembentukan hingga sertifikasinya jauh lebih panjang ketimbang mencetak pilot penyandang brevet PPL (pesawat pribadi mesin tunggal) di sekolah-sekolah penerbangan. (antara)

Kompensasi dari Manajemen Lion Air Hanya Rp 300.000

Kompensasi dari Manajemen Lion Air Hanya Rp 300.000 - Lion Air memberi kompensasi kepada penumpang cuma sebesar Rp300.000 atas penundaan penerbangan yang terjadi pada Kamis (19/2) dan Jumat (20/2).

Para pemakai jasa penerbangan mereka bisa mendapatkan uang kompensasi tersebut di loket Lion Air saat meminta pengembalian uang pembelian tiket di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dengan menunjukkan kartu identitas dan bukti pembelian tiket.

Seorang petugas loket Lion Air yang enggan disebutkan namanya mengatakan, proses permintaan kompensasi tersebut bisa dilakukan 24 jam di loket Lion Air Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

"Kami melayani permintaan uang kompensasi selama 24 jam. Tidak ada batas waktu untuk menebus uang kompensasi ini, kami lakukan sampai jelas," kata petugas tersebut.

Adapun proses pemberian uang kompensasi tersebut dapat dilakukan dengan memberikan dana cash atau transfer melalui rekening penumpang, yang akan dikirim paling lambat dalam waktu tujuh hari kerja.

Dua hari lalu sekitar 6.000 pemakai jasa penerbangan Lion Air terlantar alias tidak terangkut akibat armada Lion Air terganggu lebih dari empat jam. Hal ini membuat banyak pemakai jasa penerbangan itu yang murka.

Berbeda saat AirAsia QZ8501 tertimpa musibah di rute Surabaya-Singapura, pada fenomena keterlambatan massal Lion Air yang dimiliki Rusdi Kirana --anggota Dewan Pertimbangan Presiden-- maka Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan, Jumat kemarin, berujar, "Ya, kami hentikan sementara."

Yang dia maksud adalah penghentian izin rute-rute baru Lion Air. (antara)

Penumpang Lion Air Sulit Refund Tiket Mereka

Penumpang Lion Air Sulit Refund Tiket Mereka - Hendro Haryono, penumpang Lion Air tujuan Yogyakarta seharusnya berangkat pada Kamis (19/2), namun penundaan penerbangan hingga 14 jam membuatnya memutuskan untuk membeli tiket maskapai lain, yakni City Link.

"Jadi, dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, saya ke Halim untuk terbang dari sana. Namun, saya belum sempat melakukan refund (pengembalian uang pembelian tiket)," ujar Hendro Haryono di Tangerang, Sabtu.

Sepulang dari Yogyakarta pada Sabtu (21/2) dia melakukan refund dan meminta kompensasi ke loket Lion Air di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Namun, ia harus menunggu selama dua jam untuk memperoleh persetujuan kantor pusat Lion Air, karena bukti yang dia tunjukkan adalah boarding pass.

"Refund dan kompensasi saya dipersulit karena saya menukarnya dengan boarding pass, bukan tiket pembelian. Padahal kami-kami ini yang menunggu hingga 14 jam, kok malah dipersulit," ujar Hendro.

Akhirnya, setelah 2 jam menunggu, Hendro menghampiri staf Lion Air di loket bagian dalam dan berbicara keras agar refund dan kompensasinya segera dibayarkan.

"Setelah 2 jam menunggu, saya marah-marah, saya minta refund dan kompensasi dibayarkan. Setelah itu, baru mereka mau bayar," ujar Hendro.

Hendro dan anaknya mendapat pengembalian tiket pulang-pergi Jakarta-Yogyakarta-Jakarta sebesar Rp1,8 juta serta uang kompensasi untuk dua orang sebesar Rp600 ribu.

Hendro berharap, terdapat pengawasan dari pihak Kementerian Perhubungan terkait refund dan pembayaran uang kompensasi para penumpang agar lebih dipermudah. (antara)