Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Rabu, 26 Oktober 2016

Anak Ini Mengakui Mencuri Uang Gurunya, Jawaban Ibunya Membuat Polisi dan Gurunya Diam....

Seorang ibu tiba-tiba menerima telepon dari guru anaknya pada jam kantor. Guru berkata anaknya mencuri uang di sekolah. Ibu ini nyaris tidak percaya. "Anakmu di sekolah mencuri uang Bu Wang 1000 yuan! Dia sudah mengakuinya! Polisi juga sedang datang kemari......" 
"Tidak perduli anak saya melakukan kesalahan apapun, tolong jangan dahulu memukuli atau memarahi anak saya, tunggu saya sampai saya datang, saya akan mengatasi semuanya!" Kemudian dia meminta guru tersebut untuk mengijinkan dia berbicara kepada anaknya. 
Dengan menangis anaknya berkata: "Mama!" 
Ibunya berkata: "Jangan takut, mama akan segera datang!" 
Pada saat ibu tersebut sampai di sekolah, di depan sekolah telah berhenti sebuah mobil polisi. Di dalam ruang guru ada 2 orang polisi, 2 orang guru dan seorang paruh baya, kepala dari guru bimbingan murid. 
Guru wanita tersebut dengan marah berkata: "Anakmu pagi ini mengambil uang saya sebesar 1000 yuan dari laci meja saya, dia sudah mengakuinya, lihat bagaimana kamu menyelesaikannya !" 
Ibu tersebut tidak langsung meresponi guru tersebut, melainkan langsung mencari anaknya. Sang anak dengan badan gemetaran duduk di atas lantai, bajunya kotor, wajahnya penuh bekas air mata. Sang ibu langsung memeluk anaknya. 
"Mama! Mereka mau memasukan saya kedalam penjara, saya sangat takut..." 
"Anakku, jujur sama mama, mama akan percaya!" Anak tersebut menggelengkan kepalanya dan berkata: "Tidak". 
Mama menenangkan anaknya, kemudian bangkit berdiri: "Saya percaya kepada anak saya, dia berkata tidak mencuri maka dia tidak mencuri!" 
Sang anak melihat kepada ibunya dengan tatapan berterimakasih. 
Dengan mata yang melotot dan senyuman dingin guru tersebut berkata: "Dia tadi sudah mengakuinya!" 
"Kalau begitu katakan bagaimana anak saya mengakuinya? Dan uang yang dia curi berada dimana? Bukti kalau anak saya mencuri di mana? Menangkap anak saya tanpa bukti?" 
Polisi yang berdiri disana berkata: "Memang benar tidak ada bukti, tetapi anakmu sendiri sudah mengakuinya." 
Dengan tidak sabar guru tersebut menceritakan kembali kejadian bagaimana ia menyelidiki anaknya. Sang ibu memutar menoleh kepada anaknya, bertanya: "Apa yang dikatakan gurumu adalah benar?" 
Sang anak menggelengkan kepala: "Bu guru sejak awal tidak mengijinkan saya masuk ke kelas. Dia langsung memanggil polisi, saya sangat takut. Tapi Bu guru berkata jika kamu mengakuinya maka kamu boleh pulang..." 
Dengan marah mamanya berkata kepada guru tersebut: "Pertanyaan yang disertai ancaman, apa ini yang dinamakan menyelidiki? Saya mau mengadukan kamu dengan tuduan memfitnah!" Kemudian sang ibu membawa anaknya pulang. 
Dalam perjalanan pulang, dengan penuh rasa berterima kasih sang anak memeluk ibunya, berkata, "Mama, terima kasih" 
Sesampainya sang ibu di rumah, kepala dari guru bimbingan murid menelepon. Ia memberitahukan bahwa uang 1000 yuan yang hilang telah ditemukan. Ternyata guru tersebut tanpa sadar telah menaruh uang di laci yang satu lagi. 
Kejadian ini membuat sang anak tahu bahwa ibunya memberikan rasa aman dan keberanian yang luar biasa. Seorang ibu yang percaya kepada anaknya sendiri adalah seorang ibu yang bijaksana.

Detik Detik Sebelum Sekumpulan Wanita Ini Ditabrak Oleh Pengguna Jalan Lantaran Emosi...

Detik Detik Sebelum Sekumpulan Wanita Ini Ditabrak Oleh Pengguna Jalan Lantaran Emosi
Ternyata, trend dari Pegasus Geng ini berdampak buruk, hanya demi mencari ketenaran, mereka percaya diri untuk melakukan hal maupun tindakan bodoh yang seperti di bahas di artikel sebelumnya.
Jika Anda para pengguna Instagram, pasti Anda pernah melihat walaupun hanya sepintas dengan nama IG Pegasusgens. Dan akhirnya pegasus gengs menjadi fenomena dikalangan netizen , terutama anak-anak ABG yang tidak mau dibilang alay .
Akibat Tertalu Alay
Dalam akun instagram Pegasusgens tersebut memang benar mengajak siapapun untuk mengirimkan foto narsisnya dengan menggunakan hastag #pegasusgens. Semacam video dubsmash kalau tapi ini berbentuk dengan gambar .
Mereka yang tergerak hatinya , pastilah ramai-ramai foto narsis bersama teman-temannya untuk bisa eksis di akun tersebut. Ya, mereka rela malu dan demi dibilang narsis atau alay kalau tak mau dibilang gila untuk bisa sekedar eksis.
Tapi Bodohnya disini, sekumpulan Wanita Berhijab malah mengikuti gerakan aksi komunitas konyol ini, dengan menggunakan seragam sekolah, mereka malah eksis tanpa punya rasa malu di zebra cross. Sudah pasti itu sangat mengganggu para pengguna jalan lainya.
Akibat aksi ini mereka mendapat kecaman keras dari netizen, karena ini bukanlah hal yang di anggap wajar. Pada generasi sebelumnya, sekumpulan pemuda malah melakukan aksi sholat. Tapi ini jika dilihat bukanlah aksi sholat yang harus dilakukan pada umumnya, tapi lebih dikecam kedalam penistaan agama yang dimana anda bisa lihat pada postingan sebelumnya.

Ternyata Wanita Mampu Merasakan Pasangannya Selingkuh Walaupun Tanpa Sepengetahuannya, Ini Buktinya!!

Kepada seluruh wanita di dunia ini aku hanya ingin meminta izin untuk menggunakan kata ‘kami’ dalam menulis artikel kali ini. Kali ini aku hanya berusaha menjadi bagian dari kalian semua, aku hanya ingin berusaha mengungkapkan bahwa sebenarnya wanita itu bisa merasakan apabila hatinya mulai dihianati.
Dari kami untuk semua pria yang ingin menghianati tulus cintanya seorang wanita, sepandai apapun kamu menyembunyikannya, kami tetap bisa merasakan cinta kami dihianati. Begitulah hati wanita jika sudah benar-benar mencintai seorang laki-laki, sepenuhnya ia dapat merasakan apa yang dilakukan oleh kekasihnya. Dari semua yang dialami oleh kekasihnya wanita bisa merasakannya mulai dari yang biasa hingga yang terburuk berupa penghinatan semua bisa dirasakan oleh wanita.
Ini Bukan Kekuatan Spritual Dan Juga Bukan Ikatan Batin
Kami tidak memiliki mata batin yang dapat menerawang apa yang tidak tampak secara kasat mata, tapi sungguh kami akan mulai merasakan apabila cinta kami mulai dihianati. Ketika kamu mulai tidak jujur untuk pertama kalinya, ketika kamu mulai memiliki niat untuk bermain api tanpa perlu ada yang memberi tahu kami, tanpa perlu kami melihat bukti perselingkuhan yang kamu lakukan, hati kami mulai merasakan ada sesutu yang berbeda, sesuatu yang mengganjal dalam perasaan kami namun kami tak dapat mengungkapkannya lewat kata-kata.
Kami Tidak Punya Bukti Hanya Bisa Merasakannya Dan Rasa Itu Terasa Sangat Nyata
Jika pun kami bisa merasakannya kami tak dapat langsung mengatakannya padamu karena kami tahu kami tidak punya bukti untuk mengungkapkan penghinatan yang telah kamu lakukan. Dan kami sadar ini hanya perasaan yang kami rasakan bukanlah sesuatu penerawangan. Walau ini hanya sekedar perasaan yang berbeda sejak saat itu pula kami mulai merasa was-was denganmu. Maka maafkan kami jika tiba-tiba kami berubah menjadi terlihat posesif. Semua tiada lain kecuali karena perasaan yang terasa berbeda yang sedang kami rasakan.
Segalanya Tetap Terasa Berbeda Sekalipun Tak Ada yang Berubah Dari Perlakuanmu
Meskipun kamu tetap memperlakukan kami seperti biasa, tidak ada yang berbeda dari seperti sebelum-sebelumnya namun sungguh semuanya terasa lain dari seperti biasanya sejak kamu mulai berniat ingin menjadi penghinat dalam hubungan kita. Kami tidak dapat menjelaskan apa yang terasa berbeda dan juga tidak bisa membuktikannya namun tetap saja, sikapmu yang masih sama seperti biasanya, perrhatianmu yang masih tetap kamu berikan itu terasa lain terasa tak sama seperti saat kamu masih hanya menyimpan diriku di dalam hatimu.

Pada Akhirnya Dengan Sendirinya Penghinatanmu itu Dapat Terlihat Nyata
Yakinlah sepandai apapun kamu mencoba menyembunyikan penghinatan cinta yang kamu lakukan itu kami tetap bisa merasakannya. Pada akhirnya bukti perselingkuhan yang kamu lakukan itu akan dapat kami ketahu. Bahkan sekalipun perselingkuhan yang dilakukanmu itu sudah berakhir namun tetap saja kami akan menemukannya. Mungkin sebagian dari kami akan memaafkan persilingkuhan yang sempat kamu lakukan itu tapi sungguh sekalipun kami memberi maaf padamu itu tidak bisa menghapuskan kekecewaan yang kami rasakan.

Lelaki Itu MENDEKATI, MENIKAHI, Lalu MENAFKAHI. Bukan MEMACARI, MENIKMATI, Lalu PERGI,,,Yang Setuju Silahkan Share...!!!


Lelaki baik untuk wanita itu yaitu dia yang ingin mendekati lantaran ingin menikahi serta siap memberinya nafkah. Bukan lelaki yang cuma mencari wanita untuk di nikmati kemudian pergi begitu saja sesudah puas bermain-main. 
Bila diliat secara fisik semuanya laki-laki tentu sama, tetapi yang benar-benar berjiwa lelaki tentu dapat dibedakan dengan laki-laki yang cuma fisiknya saja yang laki-laki tetapi jiwanya banci (walau sebenarnya hal ini cukup susah dibedakan). 

Lelaki Yang Sebenarnya Itu Mendekati Wanita Untuk Dinikahi, Bukanlah Mendekati Karena Mencari Yang Nyaman Buat Main-main 
Lelaki yang sebenarnya itu mendekati wanita
tentu karena ingin mengajaknya seriusan. Bukannya mendekati wanita karena ingin main-main untuk mendapatkan kesenangan sendiri tanpa ada memperdulikan perasaan seoraan wanitany. 

Lelaki Yang Sesungguhnya Mendekati Wanita Karena Telah Siap Untuk Memberi Nafkah Bukanlah Yang Datang Cuma Untuk Morotin 
Karena telah siap ingin bertanggung jawab barulah lelaki yang sebenarnya melakuakn pendekatan. Bukannya datang karena ingin numpang hidup pada wanita yang didekatinya dengan kedok cinta. Sesudah temukan yang lebih enak lalu ingin meninggalkan begitu saja. 
Lelaki baik untuk wanita itu yaitu dia yang ingin mendekati lantaran ingin menikahi serta siap memberinya nafkah. Bukan lelaki yang cuma mencari wanita untuk di nikmati kemudian pergi begitu saja sesudah puas bermain-main. 
Bila diliat secara fisik semuanya laki-laki tentu sama, tetapi yang benar-benar berjiwa lelaki tentu dapat dibedakan dengan laki-laki yang cuma fisiknya saja yang laki-laki tetapi jiwanya banci (walau sebenarnya hal ini cukup susah dibedakan). 
Lelaki Yang Sebenarnya Itu Mendekati Wanita Untuk Dinikahi, Bukanlah Mendekati Karena Mencari Yang Nyaman Buat Main-main 
Lelaki yang sebenarnya itu mendekati wanita tentu karena ingin mengajaknya seriusan. Bukannya mendekati wanita karena ingin main-main untuk mendapatkan kesenangan sendiri tanpa ada memperdulikan perasaan seoraan wanitany. 
Lelaki Yang Sesungguhnya Mendekati Wanita Karena Telah Siap Untuk Memberi Nafkah Bukanlah Yang Datang Cuma Untuk Morotin 
Karena telah siap ingin bertanggung jawab barulah lelaki yang sebenarnya melakuakn pendekatan. Bukannya datang karena ingin numpang hidup pada wanita yang didekatinya dengan kedok cinta. Sesudah temukan yang lebih enak lalu ingin meninggalkan begitu saja.
Sumber : http://www.banyakbagi.com/2016/10/lelaki-itu-mendekati-menikahi-lalu.html

Jangan Merendahkan Dirimu Mengemis Cintanya Bila Cintamu Tak Dihargai..

Rasanya sakit memang terus berusaha keras untuk mendapatkan hatinya, menciptakan hubungan sebaik-baik mungkin, memberikan perhatian, tenaga, dan waktu kepada orang yang sudah jelas-jelas tak pernah menghargai pengobanan yang telah kita lakukan untuk membahagiakan.
Jika semua telah kamu lakukan namun dia tetap tidak menghargaimu, bukannya sudah seharusnya kamu memutuskan untuk menjauh saja, karena tetap ada didekatnya hanya akan membuatmu mengemis dan melakukan banyak cara untuk bisa dicintainya.
Bila Hanya Tak Dicintai Kau Boleh Tetap Mencintai, Bila Hanya Tak Diberi Kau Boleh Tetap Memberi. Namun Bila Kau Tak Dihargai, Kau Harus Mengerti!
Kamu boleh saja tetap mencintainya menuruti kemauan hatimu meskipun dia tak mencintaimu. Kamu tetap memberikan apa yang bisa kamu berikan padanya meski kamu tidak akan mendapatkan apa-apa. Pergilah sejauh mungkin darinya, karena sekeras apapun usahamu tetap saja tidak akan pernah dihargai olehnya.
Namun Jika Semua Yang Telah Kamu Lakukan Tidak Pernah Dihargainya, Maka Sadarlah Bahwa Sebenarnya Dia Sangat Ingin Kamu Menjauh Darinya
Sikapnya yang tidak menghargai sedikitpun adalah bukti bahwa sebenarnya dia ingin kamu menghilang dari dirinya, namun ia tak mengungkapkannya karena dia memang tidak memiliki hati untuk menghargai orang yang mencintai.
Kau Harus Tahu Diri, Dia Tidak Menghargaimu Karena Baginya Kau Tak Bernilai Lagi
Ketika dia sudah tidak menghargaimu berarti apapun yang akan kamu lakukan tak akan dilihatnya. Sebaliknya dia hanya akan memandangmu rendah, tak ubahnya seorang budak yang mengemis untuk tetap diperbudak bukan dilepaskan.
Sungguh kau tak perlu lagi merendahkan diri Hanya ada satu pilihan; Pergilah Menjauhlah Dari Dia Meski Itu Sangat Tidak Ingin Kamu Lakukan
Jika semua usahamu telah diacuhkan olehnya, sama sekalipun kamu tidak diberi kesempatan untuk mendapatkan hatinya. Kamu hanya diberi satu pilihan, yaitu menyelamatkan dirimu sendiri dari merasa patah hati secara terus-terusan memikirkan orang yang sama sekali tidak memikirkanmu.
Jika Ketulusan Cintamu Sudah Tak Dihargai, Tak Ada Alasan Bagimu Untuk Terus Bersedih
Tak ada alasan bagimu untuk bersedih hanya karena dia tidak menghargai betapa tulusnya cintamu untuknya. Dia tidak tahu bahwa tidak semua orang akan mencintainya seperti kamu mencintainya. Kelak dia akan menyesal saat menyadari bahwa ketulusanmu tidak mudah didapatkannya.
Begitu Pula Bila Ketulusan Cintamu Sudah Tak Dianggap, Tak Ada Alasan Bagimu Untuk Tetap Berharap Padanya
Jangan lagi berharap cintanya seseorang yang sama sekali tidak tahu bagaimana memperlakukan seseorang yang menyukainya. Yakinlah, Jika pada satu saat nanti kamu akan dipertemukan dengan seseorang yang akan selalu menghargai seluruh hidupmu.
Sumber : http://www.muslimsatu.com/2016/07/jangan-merendahkan-dirimu-mengemis.html

Digrebek Saat Lagi Gituan, Jawaban Wanita ini Buat Polisi Kaget !!!

Perbuatan mesum saat ini sudah dianggap biasa bagi kebanyakan orang. Bahkan di negara barat sana banyak pasangan kekasih yang tinggal bersama dan memiliki anak tanpa ikatan pernikahan. 
Tapi, yang bikin heboh kali ini adalah pasangan mesum yang ada di Kota Zarate, Provinsi Buenos Aires, Argentina ini.
Sepasang kekasih tertangkap oleh anggota polisi saat sedang berhubungan seks di tempat umum. Bukannya segera menyudahi perbuatan mesum mereka, pasangan ini malah mengatakan kepada polisi agar tidak mengganggu mereka berdua.
Pasangan ini diketahui melakukan adegan seks diatas rumput tanpa memperdulikan kondisi di sekitar mereka. Padahal banyak orang yang menatap ke mereka saat sedang melintas didekat mereka.
Tanpa rasa malu mereka terus melawan saat anggota polisi datang untuk menangkap mereka. Si wanitanya malah menantang polisi dan meminta untuk tidak mengganggu mereka
“Dia itu pacarku dan terserah mau aku lakukan dimanapun aku mau. Kalau mau, bisa saja kulakukan didepan wajahmu,” ujar sang wanita, seperti dilansir Tribunnews.com.
“Kalian tak akan bisa menangkapku hanya karena ini, kalian tak bisa memenjarakanku.”
Meskipun terus melawan, akhirnya anggota polisi terpaksa menangkap mereka dengan paksa dan membawa mereka ke kantor polisi untuk melakukan proses pemeriksaan.
Diketahui jika kedua pasangan mesum itu tengah berada dibawah pengaruh alkohol. Mungkin itu yang membuat mereka tidak memiliki rasa malu sedikit pun.
Jumat, 14 Oktober 2016

Kisah Anak Shaleh Yang Tidak Mau Masuk Surga Karena Melihat Orangtuanya Yang Seperti Ini..

Kisah Anak Shaleh Yang Tidak Mau Masuk Surga Karena Melihat Orangtuanya Yang Seperti Ini..

Anak-anak itu kemudian berhenti di pintu syurga.Mereka bertanya: “Manakah ayah-ayah kami dan ibu-ibu kami? Dan masuk syurga tanpa ayah-ayah kami dan ibu-ibu kami sungguh tidak patut bagi kami.”

Malaikat berkata: “Sesungguhnya ayah-ayah kalian dan ibu-ibu kalian itu tidak seperti kamu, karena mereka telah durhaka terhadap Tuhan mereka, dan mereka mengikuti hawa nafsu mereka dan syaitan-syaitan mereka, dan mereka harus masuk neraka.”

Maka tatkala anak-anak itu mendengar ucapan ini, mereka menjerit-jerit keras sekali, dan menangis banyak-banyak. Dan pada sat itulah Allah Yang Maha Tinggi, Maha Tahu, lagi Maha Teliti pengetahuan-Nya, berfirman: “Wahai Jibril, jeritan apakah ini?”

Jawab Jibril, Alaihis Salaam: “Ini jeritan anak-anak orang Islam. Mereka berkata: ‘Kami tak butuh syurga. Dan kami tak dapat merasakan keenakan-keenakan syurga tanpa ayah-ayah dan ibu-ibu kami, dan kami mengharap dari Allah Ta’ala agar memaafkan mereka dan memberikan dosa-dosa mereka kepada kami, lalu memasukkan mereka bersama-sama kami ke dalam syurga. Dan kalau tidak, maka masukkanlah kami bersama mereka ke dalam neraka.”

Dan pada saat itu Allah Ta’ala berfirman kepada Jibril, Alaihis Salaam: “Pergilah dan ambillah ayah-ayah mereka dan Ibu Mereka.

Mendengar perkataan ini dari Allah Ta’ala, anak-anak itupun lalu bergembira dan bersukacita, dan mereka temuai ayah-ayah mereka dan ibu-ibu mereka masing-masing, mereka pimpin tangan mereka lalu masuk syurga bersama-sama mereka…”(Al Haditst)

SUNGGUH TERLALU : Setengah Jam Jadi Suami, Pra Ini Ceraikan Istrinya, Alasannya Sungguh Mengharukan!

SUNGGUH TERLALU : Setengah Jam Jadi Suami, Pra Ini Ceraikan Istrinya, Alasannya Sungguh Mengharukan!

Menjadi fotografer pernikahan bukan berarti selalu menyaksikan momen bahagia para mempelai dan keluarga. Tapi, ada kalanya juru foto itu menyaksikan. Bahkan, mengabadikan momen-momen sedih yang seharusnya menjadi hari bahagia itu.

Simak saja pengalaman fotografer pernikahan asal Malaysia ini. Juru foto itu mengunggah kisah perkawinan yang menyedihkan melalui akun Facebook Boii Amani Hashim. Kisah suami yang menceraikan istrinya, setengah jam setelah akad nikah.


Dalam pernikahan itu, sang pengantin pria telah sepakat memberi mas kawin senilai RM 22.222,22 atau sekitar Rp 75 juta. Agak mahal memang. Tapi sang lelaki sudah setuju.

Akad nikah pun dilakukan. Dalam sekali lafal, pernikahan itu menjadi sah. Dan di pesta itu bingkisan mas kawin sudah berpindah tangan, dari keluarga pengantin pria ke keluarga pengantin perempuan.

Namun beberapa saat kemudian terdengar keributan dari keluarga pengantin perempuan. “Duit hantaran kurang seribu,” kata keluarga perempuan mempermasalahkan mas kawin dari pengantin lelaki.

Mendengar keributan itu, pengantin permepuan pun bangkit dari duduknya. Dengan nada suara tinggi, dia bertanya kepada lelaki yang baru saja menikahinya, mengapa kurang seribu. Dan pekikan itu disahut keluarganya yang turut mempertanyakan kekurangan mas kawin.

“Sudah tahu tak punya cukup uang, tetapi kenapa sangat gatal ingin menikah,” tanya keluarga pengantin perempuan.

Mendengar cercaan itu, sang pengantin lelaki bereaksi. Meski matanya berkaca-kaca, dia tetap berusaha tersenyum. Lantas dia mengambil mikrofon dan berkata, “Baru saja jadi istri tak sampai setengah jam sudah seperti ini.”

“Sengaja saya kurangi seribu karena ingin melihat orang ini seperti apa. Ini saya bawa uang kekurangannya itu,” kata pengantin lelaki itu sambil mengambil gepokan uang dari tas.

“Tak apa-apa lah,” kata dia, “semua yang ada di sini menjadi saksi saya. Saya ceraikan kamu dengan talak tiga. Assalamu’alaikum.” Lelaki itu meletakkan mic, bersalaman, dan lantas pulang.

Kisah ini diunggah, karena di negeri jiran itu tengah hangat masalah perkawinan yang batal karena kurangnya mas kawin dari pengantin laki-laki. Beberapa waktu lalu, pernikahan yang dilangsungkan di masjid itu berubah menjadi kericuhan.

Bagi banyak orang, pernikahan menjadi hari bahagia. Namun tidak untuk pasangan di Malaysia ini. Mereka bercerai hanya setengah jam setelah akad nikah.


Kisah itu berawal dari kurangnya mas kawin. Pengantik lelaki memang sengaja mengurangi uang hantaran sebesar RM 1.000. Dia ingin melihat tipe seperti apa keluarga dan wanita yang dinikahi itu.

Ya benar saja, setelah menerima seserahan, keluarga mempelai wanita ribut, menghujat pengantin lelaki. Menagih kekurangan uang hantaran. Mempelai wanita pun tak kalah galak. Dengan suara tinggi dia bertanya kepada lelaki yang baru saja menikahinya.

Watak asli sang perempuan dan keluarganya tampak sudah. Sang pengantin laki-laki sangat sedih dibuatnya. Dengan mata berkaca-kaca, pengantin lelaki menyambar mikrofon. Dan di depan para undangan dia mulaoi bicara.

“Baru saja jadi istri tak sampai setengah jam sudah seperti ini,” tutur pengantin lelaki, sebagaimana ditulis fotografer yang mengunggah kisah ini ke akun Facebook Boii Amani Hashim.

“Sengaja saya kurangi seribu karena ingin melihat orang ini seperti apa. Ini saya bawa uang kekurangannya itu,” tambah pengantin itu. Tak hanya mengeluarkan kata-kata. Pengantin itu juga mengeluarkan uang kekurangan hantaran itu dari dalam tas.

“Tak apa-apa lah,” kata dia sambil terus menahan air mata, “semua yang ada di sini menjadi saksi saya. Saya ceraikan kamu dengan talak tiga. Assalamu’alaikum.” Lelaki itu meletakkan mic, bersalaman, dan lantas pulang.

Ya, pidato lelaki itu mengakhiri tali pernikahan itu, yang masih berumur setengah jam. Di saat para undangan belum beranjak, mereka menyaksikan akad sekaligus perceraian.

Semoga Bermanfaat Sahabat, Silahkan Share Dan Komentar Yah :)


Sumber: dream.co.id

Baca Kalau Berani..!! Inilah Keadaan Paling Pedih dari Jenazah yang Baru Meninggal Menurut Rasullulah Saw

Baca Kalau Berani..!! Inilah Keadaan Paling Pedih dari Jenazah yang Baru Meninggal Menurut Rasullulah Saw

Aisyah melanjutkan ceritanya: Rasulullah saw kemudian tiduran dengan meletakkan kepalanya diatas pangkuanku. beliau tidur dengan telentang. Diatas tengkuknya aku berbuat mencari uban jenggotnya.

Akhirnya aku melihat dalam jenggot beliau ada 11 rambut putih. Lantas aku berfikir, dalam hati aku mengatakan: "Bahwa beliau ini akan wafat mendahului aku, maka tinggallah umat ini tanpa ada Nabi".

Tanpa terasa aku menangis sampai air mataku mengalir dipipi sehingga menetes kewajah Rasulullah SAW, beliau langsung terbangun dari tidurnya seraya bertanya: "Apa yang menyebabkan dirimu menangis wahai Ummul Mukminin?"

Aku lantas menceritakan kepada beliau suatu cerita. Beliau lalu bertanya kepadaku: "Saat apa yang paling pedih dialami mayit?". Aku menjawab: "Tidak ada keadaan yang paling pedih diatas diri si mayit disaat mayit keluar dari rumahnya, sedangkan anak-anaknya berduka cita dibelakangnya, seraya mengatakan: "Aduh...bapak...aduh... Sedangkan ibu dan bapaknya berkata: Aduh... anakku..."

Rasulullah lalu bersabda: "Yang ini lebih pedih lagi". Kemudian aku bertanya: "Apa yang lebih pedih dari itu Ya Rasulullah?". Beliau menjawab: "Tidak ada keadaan yang paling pedih bagi simayit ketika ia diletakkan dalam liang kubur kemudian diuruk dengan tanah. Setelah itu, kembalilah para kerabatnya, anak-anaknya dan para kekasihnya, mereka semua menyerahkan simayit kepada Allah Ta'ala beserta perbuatan amalnya. Lalu datanglah malaikat Munkar dan Nakir dalam kuburnya. (siramanislam.com)

Kemudian Nabi saw bertanya: "Saat apa yang paling pedih dari kejadian tersebut itu?". Aku menjawab: "Allah dan RasulNya yang lebih tahu".

Beliau lantas bersabda: "Wahai Aisyah, sesungguhnya keadaan yang paling pedih atas diri simayit adalah ketika orang yang memandikan masuk kepadanya untuk memandikan dirinya, lalu orang yang memandikan mengeluarkan cincin si mayit muda dari jarinya, melepaskan baju penganten dari badannya, melepaskan surban mayit tua atau mayit alim dari kepalanya guna dimandikan.

Pada saat itu, ruhnya memanggil sewaktu melihat simayit dalam keadaan telanjang, dengan suara yang bisa didengar oleh seluruh makhluk, kecuali jin dan manusia. Ruh itu mengatakan: "Wahai orang yang memandikan, aku meminta supaya kalian menyopot bajuku dengan pelan, sebab saat ini aku benar-benar ingin istirahat akibat dari sakitnya tarikan Malikat maut
tadi".

Ketika orang-orang sedang memandikan mayit, maka berkatalah ruh: "Wahai orang yang memandikan, kalian jangan memegang aku dengan kuat, sebab jasadku telah luka akibat dari keluarnya ruh".

Setelah selesai dimandikan simayit diletakkan didalam kain kafan, kemudian diikat pada tempat kedua telapak kakinya. Pada saat itu si mayit memanggil-manggil: "Wahai orang yang memandikan, kalian jangan mengikat kain kafan kepalaku sehingga aku bisa melihat wajah istriku, anak-anakku dan kaum kerabatku, sebab pada hari ini adalah hari yang terakhir kali aku melihat mereka. Hari ini aku akan pisah dengan mereka, aku juga tidak akan melihat mereka lagi sampai hari kiamat tiba.

Sewaktu mayit dikeluarkan dari rumah, maka mayit berseru: "Wahai golonganku, kutinggalkan istriku dalam keadaan janda, kalian jangan menyakitinya. Kutinggalkan anak-anakku dalam keadaan yatim, kalian jangan menyakitinya, sebab pada hari ini aku keluar rumah dan tidak akan kembali lagi pada mereka untuk selamanya.

Tatkala mayit diletakkan diatas keranda, simayit berseru: "Wahai golonganku, kalian jangan tergesa-gesa membawaku, sehingga aku bisa mendengarkan suara istriku, anak-anakku, serta kaum kerabatku, sebab pada hari ini aku berpisah dengan mereka sampai hari kiamat. (siramanislam.com)

Pada saat mayit dipikul diatas keranda dan orang-orang yang mengantarkan sudah melangkahkan kakinya tiga kali, tiba-tiba ada seruan dengan suara yang bisa didengar oleh sagala sesuatu kecuali cerminan manusia dan jin. Ruh itu berkata: "Wahai para kekasihku, wahai para saudaraku, wahai anak-anakku, janganlah kalian terbujuk oleh tipu daya dunia, sebagaimana dunia telah menipu diriku. janganlah kalian dipermainkan zaman, sebagaimana jalan telah mempermainkan diriku.
Ambillah pelajaran apa yang aku alami ini, sesungguhnya aku telah meninggalkan semua harta yang tealah aku kumpulkan untuk ahli warisku, dan mereka tidak mau menanggung sedikit pun dari kesalahanku.

Didalam kubur Allah menghisab aku, sedangkan didunia kalian bersenang-senang dengan segala isinya. Kalian juga tidak mendoakan aku ketika kalian menshalati jenazah.

Pada waktu sebagian ahlinya dan teman-temannya kembali dari tempat shalat, maka si mayit berkata: "Wahai saudaraku, aku mengetahui bahwa mayit itu lupa dikala hidupnya, tetapi kalian jangan melupakan aku secepat ini sebelum kalian menanamku, sehingga aku bisa melihat pada tempatku. Wahai saudaraku, aku mengetahui bahwa wajah mayit lebih dingin dari pada siraman air yang dingin menurut perasaan hati orang yang masih hidup, tetapi kalian janganlah kembali secepat ini".

Ketika mayit diletakkan didekat kuburnya, simayit berkata: "Wahai golonganku, wahai saudara-saudaraku, aku telah mendoakan kalian tetapi kalian tidak pernah mendoakan diriku".

Saat mayit diletakkan dalam kuburnya, simayit berkata: "Wahai ahli waris, aku tidak mengumpulkan harta yang banyak kecuali aku tinggalkan untuk kalian, maka ingatlah kalian kepadaku dengan memperbanyak kebaikan seperti yang telah aku ajarkan kepada kalian tentang isi Al-Quran dan tata krama, janganlah kalian lupa untuk mendoakan aku"

MasyaALLAH Bikin Nangis, Tulisan Seorang Suami yang Menjaga Istrinya Hingga Ajal

MasyaALLAH Bikin Nangis, Tulisan Seorang Suami yang Menjaga Istrinya Hingga Ajal

Sebuah kisah nyata yang sangat mengharukan dialami seorang pria yang kehilangan istrinya karena penyakit kanker. Namun, dalam perjalanan jelang ajal sang istri, pria tersebut terus mendampingi istrinya.

Berikut kisahnya yang dibagikan pengguna Facebook bernama Mas Rozi yang sangat mengharukan dan membujat netizen menangis membaca perjalanan cinta pasangan tersebut.

“Tiba-tiba HP ku berdering, setelah menjawab salam suara diseberang telepon tampak panik “Ayah.. bunda mimisan nich.” Hmm.. kumaklumi kepanikan istriku saat itu karena belum pernah dia mengalami mimisan seperti ini.

Memang cuaca di bulan Agustus 2007 siang itu begitu teriknya. Aku pikir ini akibat cuaca yang terik itu. Kemudian aku sarankan dia untuk segera ke dokter.


Beberapa hari kemudian istriku sakit pilek. Seperti biasanya kalau sakit ia hanya minum obat warung dan jarang sekali mau periksa ke dokter. “ oalah bunda…. ke dokter ajah kok takut,” ledekku, ku sorong pipi kenyalnya dengan ujung jari, ia merajuk bibirnya maju 2 centi, lucu melihatnya seperti itu.

Dua minggu berselang tapi pileknya belum juga hilang. Malah katanya ada yang terasa menyumbat di saluran hidungnya, rasanya tak nyaman dan susah bernafas. “Bun… besok kita ke Rumah Sakit ya! biar ayah ijin masuk siang,” rayuku agar ia mau ke Rumah sakit.

Keesokan harinya saya ajak ia ke RS. Bhakti Yudha Depok. Saat itu dokter THT bilang istriku alergi pada debu dan juga bulu-bulu binatang. Tapi sampai obatnya habis pileknya belum juga ada tanda-tanda kesembuhan.

Anehnya yang sering keluar lendir hanya hidung sebelah kiri saja. Bahkan istriku mulai susah bernafas melalui hidung, ia hanya bisa bernafas melalui mulut. Dan ketika saya membawanya periksa untuk kedua kalinya dokter menyarankan untuk rontgen. Namun dari hasil rontgen tidak terlihat adanya kelainan apapun di hidung istriku.

***
Tanggal 3 Nov 2007 …

Aku mengajaknya periksa ke RS Proklamasi Jakarta, karena menurut informasi di sini peralatanya lebih lengkap. Ternyata benar, dengan alat penyedot dokter mengeluarkan lendir dari dalam hidung istriku. Senang rasanya melihat ia dapat bernafas dengan lega. “Alhamdulillah…..”

Beberapa hari kemudian sumbatan itu kembali muncul. “Duh..bunda!” Kontrol kedua ke RS. Proklamasi masih saja dokter belum bisa menyampaikan penyakit apa yang dialami istriku ini.


Dokter memasukkan kapas basah ke hidung istriku (ternyata itu adalah bius lokal), beberapa saat kemudian sebuah gunting kecil dimasukkan kedalam hidung dan.. “krek” potongan daging kecil diambil. Belakangan baru aku tau tindakan inilah yang dinamakan biopsi. Tak ada yang disampaikan kepada kami. Dokter menyarankan dilakukan CT Scan. Kemudian kami menuju ke RSCM untuk CT Scan.

Keesokan harinya hasil CT Scan aku bawa kembali ke Dokter RS Proklamasi. Setelah melihat hasil Scan, Dokterpun menyampaikan hasilnya dan juga hasil biopsi dari laboratorium.

“ini ibu positif,” kata dokter sambil menunjukkan foto CT Scan. Nampak ada sebuah massa diantara belakang hidung dan tenggorokan istriku. Cukup besar seukuran kepalan tangan. Aku masih belum mengerti maksud kata-kata nya dan memang sama sekali tak ada pikiran yang aneh aku coba bertanya, “maksudnya apa dok?”

ibu positif kanker!”

Dek.. seolah detak jantungku berhenti “KANKER…Dok?” Tiba-tiba mataku jadi gelap, sebuah beban berat serasa menindih badanku. Aku diam dan tak bisa berkata apa-apa, lama aku terdiam.

“Kanker..?” tanyaku, tapi kalimat itu tak mampu terucap hanya bersarang di kepalaku. Sebuah penyakit yang selama ini hanya aku kenal lewat informasi dan berita-berita, kini penyakit itupun menghampiri orang terdekatku orang yang paling aku sayangi. Penyakit yang menakutkan itu menyerang istriku.

Kutatap wajah cantik istriku yang dibalut jilbab favoritnya, tenang.. teduh… tak ada ekspresi apa-apa aku makin bingung.

“duhh…bunda apa yang ada dalam fikiranmu bunda…”
“Sekarang bapak ke RSCM ke bagian Radiologi kita harus bertindak cepat,” tiba-tiba aku tersadar. Segera kuambil surat pengantar dokter dan menuju RSCM.


Sungguh tak pernah terpikirkan sedikitpun sebelumnya, kini kami berada dalam deretan orang-orang penderita kanker di ruang tunggu spesialis Radiologi ini. Aroma kecemasan bahkan keputus asaan tergambar di wajah mereka. Sebenarnya ini juga saya rasakan, tapi saya harus menyembunyikan raut ini di hadapan istriku. Aku harus tetap menyuguhkan energi penyemangat padanya.

Dihadapan dokter Radiologi aku bertanya, “sebenarnya istriku kena kanker apa dok?”

“kanker nasofaring.” jawab dokter singkat.

Ya Allah….kanker apa lagi ini? Istilahnya saja aneh bagiku. Kenapa harus istriku yang mengalaminya?

“Tapi Insya Allah masih bisa disembuhkan dengan pengobatan sinar radiasi dan kemoterapy,” dokter mencoba menangkap kegalauan diwajahku.

“Nanti ibu harus menjalani pengobatan radiasi selama 25 kali.”

Terbayang beratnya derita dan kelelahan yang harus dialami istriku. Belum lagi dengan kombinasi pengobatan kemoterapy yang melemahkan fisik.


Keluar dari ruang radiologi seolah semuanya jadi gelap, rasanya aku tak kuat menahan segala beban ini. Segera aku sms family dan teman-teman dekatku, aku kabarkan keadaan istriku dan kumintakan do’a dari mereka. Tak terasa bulir-bulir bening air mata bermunculan disudut mataku.

“Ayah kenapa? nangis yach..?” dengan polos pertanyaan itu keluar dari bibir istriku.

“iya, ayah sayaaang…. sama bunda,” suaraku gemetar.

Ku usap lembut kepala istriku. Ku tepis perlahan tangannya yang mencoba mengusap air mataku, ku gengggam kuat jari-jari lemahnya. Hatiku berbisik “kenapa tak ada kesedihan diwajahmu bunda? apakah bunda ga tau penyakit ini begitu berbahaya? Atau Allah telah memberitahukan ini semua kepadamu?”

Bunda biasa ajah koq..” Jawabanya malah makin membuatku tak bisa bernafas, air mataku akhirnya jatuh juga.

Kususuri lorong-lorong RSCM dengan langkah lemas tak bertenaga seolah aku melayang, tulang-tulang terasa tak mampu menyangga badanku yang kecil ini.

Tanggal 5 Desember 2007 …

Mulai hari itu istriku harus dirawat inap di RS. Proklamasi. Semua persiapanpun dilakukan mulai dari USG, Bond Scan dll. Hasilnya rahim masih bersih dan tulangpun normal artinya kankernya belum mejalar ke bagian lain, Alhamdulillah…sempat kuucap kata syukur itu

Tanggal 8 Desember 2007 …

Hari ke empat. Sore itu aku dipanggil ke ruang Dokter Sugiono yang akan melakukan Kemoterapy. Dikatakan bahwa kanker istriku stadium 2A dan Insya Allah masih bisa diobati. Istrikupun siap untuk menjalani pengobatan dengan kemoterapy. Kemudian kami minta ijin ke Dokter untuk diperbolehkan pulang sambil mempersiapkan segala sesuatunya.

Malam hari ketika kami di rumah, kami minta pendapat dari pihak keluarga tentang pengobatan yang akan kami lakukan. Dengan berbagai pertimbangan dan alasan pihak keluarga menyarankan agar kami tidak menempuh jalan kemo dan radiasi. Kami disarankan untuk menjalani pengobatan dengan cara alternatif dan pengobatan herbal.

Akhirnya sejak saat itu kami melakukan ikhtiar pegobatan dengan cara alternatif dan minum obat-obat herbal. Karena saat itu istriku sudah susah untuk menelan maka obat herbal yang diberikan tidak berupa kapsul, melainkan berupa rebusan. Setiap hari istriku harus minum ramuan dan rebusan obat-obat herbal yang baunya sangat menyengat. Tapi aku lihat ia dengan telaten dan sabar rutin minum semua obat-obatan itu.


Semangatnya untuk sembuh begitu besar. Doa pun tiada henti kupanjatkan siang dan malam. Dan malam-malamku selalu ku habiskan dengan tahajud dan hajat.

Aku mulai rajin mencari semua informasi yang berhubungan dengan kanker nasofaring, mulai dari makanan, cara pengobatan, bahkan alamat klinik pengobatan alternatif. Semua informasi aku cari melalui internet, koran dan dari rekan-rekan kerja.

Tiga bulan pengobatan, tapi Allah sepertinya belum memberi jalan kesembuhan dengan cara ini, akhirnya obat herbal aku tinggalkan. Bahkan pengobatan alternatif sudah aku tinggalkan sejak 1 bulan pertama karena aku ragu. Beberapa keluarga istri mulai putus asa. Malah ada yang beranggapan penyakit ini adalah kiriman dari orang. Tapi aku bantah semuanya,sempat ada pertentangan di antara kami. Aku yakinkan istriku bahwa ini adalah memang ujian dari Allah,

“Bun..semuanya atas kehendak Allah, bahkan jauh sebelum kita lahir sudah tertulis takdir ini, usia segini bunda sakit, berobat kesini-sini itu semua sudah ada dalam catatan Allah bun. Yang penting sekarang kita jangan lelah berihtiar dan bunda tetep harus semangat untuk sembuh.” Ia mengangguk perlahan.

Berat badan istriku mulai turun drastis karena tak ada asupan makanan, sebelum sakit beratnya 53 Kg kini tinggal 36 Kg. Kondisinya makin parah dan puncaknya ketika aku lihat mata kirinya sudah tak focus. Cara ia melihat seperti orang juling. Menurut Dokter herbal yang menangani istriku inilah rangkaian perjalanan kanker tersebut yang lama kelamaan akan menyerang otak. Dokter menganjurkan untuk segera dibawa ke rumah sakit.

Tanggal 26 Maret 2008 …

Akhirnya aku kembali membawanya ke Rumah Sakit. Kali ini aku membawanya ke RS. Husni Thamrin. Istriku ditangani oleh team yang terdiri Dokter THT, Dokter Internis dan Dokter spesialis ahli kemoterapy, Kebetulan Dokter Sugiono ahli kemoterapy yang dulu merawat istriku di RS. Proklamasi juga praktek di sini. Dan kini Dokter sugiyono kembali menangani istriku.

Sore itu Dokter memanggilku ke ruangannya. Dokter menjelaskan stadium kanker istriku sudah menjadi 4C, dan kankernya sudah mulai menggerogoti tulang tengkorak penyangga otak. Melihat hasil CT Scan nya aku merinding, terlihat jelas tulang-tulang tengkorak itu keropos layaknya daun termakan ulat. Aku ingin menjerit, “Ya Allah… begitu berat cobaan ini Kau timpakan pada kami”


“Ma’afkan ayah bun, ayah tak mampu menjaga bunda…!”

Yang lebih mengagetkan ketika dokter mengatakan, “kita hanya bisa memperlambat pertumbuhan kankernya bukan mengobati.” Seolah hitungan mundur kematian itu dimulai. Aku limbung dan hampir taksadarkan diri, sekuat tenaga aku mencoba untuk tetap tegar. Dengan dipapah adik aku keluar dari ruang dokter.

Segera aku menuju Mushola kuambil air wudhu dan kujalankan sholat. Entah sholat apa yang kujalankan ini.

“Aku ingin ketenangan aku butuh pertolonganMu ya Robb. Kutumpahkan segala permohonan ini dihadapanMu yaa Allah. Bisa saja dokter memfonis dengan analisanya, tapi Engkaulah yang maha kuasa atas segala sesuatunya. Engkau maha menggenggam semua takdir, sakit ini dariMu ya Allah dan padaMU juga aku mohon obat dan kesembuhannya.”

Segala ikhtiar dan do’a tiada lelah kulakukan tuk kesembuhan istriku. Malam-malamku kulalui dengan sujud panjang disamping bangsal rumah sakit. Kubenamkan wajahku diatas sajadah lebih dalam lagi, tiba-tiba aku merasa tak mimiliki
kekuatan apapun, aku berada dalam kepasrahan dan penghambaan yang lemah.

“Robb…Engkau maha mengetahui, betapa segala ihtiar telah kami lakukan. Tiada menyerah kami melawan penyakit ini, kini aku serahkan segalanya padaMu, tidak ada kekuatan yang sanggup mengalahkan kekuatannMu yaa…Robb, Tunjukkan pertolonganMu, beri kesembuhan pada istriku Ya..Allah.”

Saat itu istriku masih bisa bicara meski dengan suara kurang jelas. Karena tenggorokannya pun sudah menyempit tersumbat kanker, ia sangat kesulitan dalam bernafas. Untuk mengantisipasi agar tidak tersumbat saluran nafasnya, dokter menyarankan agar dipasang ventilator dileher istriku. Akupun menyetujuinya meskipun aku tak tega, tapi ini resiko terkecil yang bisa diambil.

Istriku pasrah, dia minta aku menemaninya ke ruang operasi. Aku sangat mengerti ia sangat takut dengan peralatan medis di ruang operasi. Kemudian aku mendampinginya kedalam ruang operasi untuk pemasangan Ventilator. Aku melihat dengan jelas leher istriku disayat kemudian dimasukkan alat bantu pernafasan itu. “Sebenarnya aku tak tega melihatmu seperti ini bunda, tapi inilah yang terbaik untukmu saat ini.”


Selesai pemasangan ventilator bicaranya sudah tak bersuara lagi. Sejak saat itu praktis komunikasi kami hanya dengan isyarat atau terkadang istriku menulisnya pada lembar-lembar catatan kecil yang sengaja aku siapkan. Tentu saja hal ini terasa capek baginya. Namun sekali lagi ia terlihat tegar tak pernah aku mendengar ia mengeluh.

Akhirnya dengan berbagai pertimbangan akupun menyetujui untuk dilakukan kemoterapy terhadap istriku



Tanggal 6 April 2008

Kira-kira jam 12 siang kemo tahap pertama dilakukan. Dengan perasaan tak menentu aku melihat dokter meracik obat dengan perlengkapan pengaman yang lengkap. Karena menurut dokter obat ini memang keras.

“Ya Allah beri kekuatan pada istriku…!” Beri kesembuhan melalui ihtiar obat ini ya Allah..!”

Sepanjang proses pengobatan tak hentinya kupanjatkan do’a dan dzikir dibantu dengan beberapa anggota keluarga.

Menurut Dokter kemo ini dilakukan dalam 3 sampai 5 tahap. Satu tahapan kemo memakan waktu 5 hari kemudian jeda 3 minggu untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Hari kedua setelah kemo kurang lebih jam 9 malam, istriku mulai merasa mual dan muntah. Hari ketiga jam 12 malam mulai keluar mimisan dengan darah hitam mengental. Hari ke empat jam 8 pagi ketika saya memandikan dan membersihkan mulutnya yang terus menerus mengeluarkan lendir, terdapat lendir bercampur darah hitam pekat dan mengental.

Menurut dokter ini adalah tanda kankernya sudah mulai hancur. Malam harinya istriku tidur sangat nyenyak dan tidak banyak batuk berdahak seperti hari-hari sebelumnya.

Alhamdulillah kemo tahap pertama selesai. Dokter bilang jika kondisi istriku membaik maka tiga hari lagi boleh pulang. Terlihat wajah cerah istriku ketika mendengar kabar ini. “nanti kalo pulang mau kemana bun.. ke Sawangan apa ke Kebayoran (rumah ibunya)?”

“ke Sawangan aja rumah kita sendiri,” jawabnya melalui secarik kertas. Namun ternyata dua hari kemudian ia mengalami diare yang hebat ini adalah efek samping dari obat kemo, sehingga kondisinya kembali lemas. Rencana pulangpun harus ditunda menunggu kondisinya membaik. Tetapi makin hari kondisi istriku makin drop. Hingga menjelang kemo tahap kedua malah albumin dalam darahnya menurun.

Selama dirawat istriku meminta agar saya sendiri yang memandikannya, bahkan aku juga yang membersihkan kotorannya. Semuanya saya kerjakan dengan telaten karena aku merasa sekarang saatnya untuk membalas semua kebaikan yang telah dilakukannya kepadaku selama ini. Ketika istriku sehat dialah yang selalu merawatku, menemaniku dan selalu menyiapkan semua kebutuhanku.

Selama hampir satu bulan di Rumah Sakit kami merasa menemukan keluarga baru. Keakraban terjalin antara kami dengan team dokter, dengan para suster bahkan juga dengan cleaning service yang tiap hari membersihkan kamar istriku. Saya merasa senang ketika suatu hari istriku dapat tertawa riang bercanda dengan para suster meski tawanya tanpa suara.

Minggu, 4 Mei 2008 ...

Kemo tahap ke 2 dilakukan. Sepertinya Allah benar-benar menguji kesabaranku. Ketika hendak dilakukan kemo, tabung infus 1000cc yang digunakan untuk campuran obat kemo ternyata tidak ada. Rumah sakit kehabisan stock, dan ini adalah sebuah kecorobohan yang mestinya tidak terjadi.

Karena tentunya pihak rumah sakit telah mengetahui jadwal pelaksaan kemo ini. Dokterpun marah. Kemudian Dokter menyarankan saya untuk segera membeli sendiri tabung infus di tempat lain. Tujuan saya adalah RSCM sebagai Rumah sakit terdekat, namun jika menuju RSCM menggunakan kendaraan akan memakan waktu lama karena jalannya memutar. Sayapun berlari ditengah terik matahari pukul 12 siang menuju RSCM. Namun disanapun tidak tersedia, kemudian saya berlari lagi menuju RS Sant Carolus, di sinipun nihil.

Begitu juga ketika saya ke Apotik melawai tak bisa mendapatkannya. Akhirnya saya mendapatkan tabung infus tersebut di Apotik Titimurni RS. Kramat. Akhirnya kemo tahap ke 2 pun dapat dilakukan.

Senin, 5 Mei 2008 ...

Hari ini Dinda anak kami yang kecil ulang tahun ke 4. Perhatian dan kecintaan istriku pada anaknya tak pernah berkurang. Dibatas ketidak berdayaannya dia menuliskan sesuatu, “Ayah jangan lupa beliin hadiah buat Dinda, ayah beliin jaket nanti bunda titip mukena, kasihan mukena dede sudah jelek. Bilang ke dede ini mukena dari bunda.”

Atas permintaan istriku siang itu sebagai tanda syukur kami memotong 2 buah kue ulang tahun yang salah satunya untuk dibagikan ke suster-suster yang jaga. Kemudian istriku minta dibantu turun dari tempat tidur, katanya ingin duduk bareng deket Dinda. Ia mencoba memberikan senyum bahagia pada Dinda dan menyembunyikan rasa sakitnya. Sementara Dinda nampak bahagia dipangku bundanya, mungkin ia mengira bundanya hanya sakit biasa saja. Lagu “selamat ulang tahun” yang kami nyanyikan terdengar getir di telingaku. Terasa pilu aku menatap mereka.

Selasa, 13 Mei 2008 ...

Biasanya jika istriku menginginkan sesuatu ia akan membangunkan saya dengan mengetuk besi tempat tidurnya. Namun malam itu saya merasa sangat ngantuk dan lelah, saya menulis pesan pada istriku, “bun..nanti kalo perlu apa-apa panggil suster aja ya! Ayah ngatuk dan cape, jangan bangunin ayah ya!” Dengan isyarat lemah ia mengiyakan permintaanku, ia mengusap tanganku kemudian menuliskan sesuatu “ayah tidur aja gapapa kok, bunda juga mau istirahat.”

Rabu, 14 Mei 2008 ...

Entah mengapa pagi ini aku sangat ingin merawatnya. Ketika ia kembali diserang diare berkali-kali yang sangat hebat aku sendiri yang membersihkan semuanya. Kemudian memandikannya dan mengganti pakaiannya. Pagi itu aku minta Lia anak sulung kami yang masih duduk di kelas 5 SD untuk menjaga bundanya, sebelum kemudian aku tinggal berangkat kerja.

Siang pukul 11 Lia menelpon “Ayah, bunda pingsan nafasnya cepet banget.” Aku kaget dan sangat khawatir. Selang 15 menit Lia sms “bunda sekarang ada di ruang ICU”. Astaghfirullah haladziim… apa yang terjadi pada istriku. Segera aku minta izin meninggalkan kantor. Di Rumah Sakit aku dapati Lia menangis sesegukan tak berhenti. “bunda yah… tolongin bunda yahh….!”

Kuhampiri istriku yang tergolek taksadarkan diri. Perawat memasang semua peralatan pada tubuh istriku, entah alat apa saja ini. Kuusap perlahan keningnya, dingin sekali. Tangan dan kakinyapun sangat dingin. Hingga menjelang maghrib aku tak beranjak dari sampingnya. Tak hentinya mulut ini memanjatkan doa. Sementara di luar ruang ICU sudah banyak kerabat berdatangan.

Tekanan darahnya sangat rendah dibawah 70. Dokter memberikan obat penguat tekanan darah dengan dosis tinggi. Tekanan darahnya sempat naik namun masih dikisaran 75-80, sangat rendah. Berkali-kali dokter menyuntikkan obat perangsang namun hasilnya tetap sama tak berubah. Dokter memanggilku, perasaanku gelisah tak menentu, campur aduk antara cemas, bimbang dan ketakutan yang amat sangat. Dugaanku benar Dokterpun menyerah.

Melihat kondisinya yang terus menurun ia menyarankan agar semua alat bantu dilepas saja. “maksudnya dok..?” aku menodong penjelasan. “secara medis kondisi ibu sudah tidak dapat ditolong lagi, lebih baik kita do’akan saja.” Aku benar-benar lemas mendengarnya seluruh badanku gemetar merinding “benarkah tak ada lagi harapan.” Tiba-tiba aku merasakan ketakutan yang luar biasa. Aku tak mau menyerah, aku meminta agar semua alat bantu itu tetap terpasang pada tubuh istriku, sambil menunggu keputusan team dokter besok pagi.

“Aku tak mau kehilanganmu bunda.” Ku pegang kuat jemarinya, “buka matamu bunda sebentar saja, ayah ingin menatap mata bening bunda untuk terakhir kalinya,” kubisikan lembut ditelinganya.

Pukul 22, aku disodori surat pernyataan, tak sempat aku baca, kata suster ini adalah Surat persetujuan untuk melepas semua alat bantu dari tubuh istriku. “Tak sanggup aku melakukan ini bun, aku ingin tetap menatap wajahmu, aku ingin tetap mendampingimu meski dalam ketidakberdayaanmu.”

Akhirnya adikku yang menandatanganinya. Aku tak ingin selalu dihinggapi rasa bersalah jika menandatangani surat itu. Kemudian semua alat bantu dilepas dari tubuh istriku, tinggal tersisa alat pendeteksi detak jantung.

Bun…..inilah yang terbaik yang diberikan Allah buat kita, maafkan ayah bun ayah tak bisa menjaga bunda. Ayah ikhlas bunda pergi, ayah terima semua dengan ihklas bun.. Jangan khawatir bun, ayah akan menjaga dan merawat anak-anak kita,” kubisikan lirih ditelinga istriku.

Kutemui Lia yang menunggu diluar ruang ICU, kubelai rambutnya penuh sayang. Ia menangis keras sejadi-jadinya, mungkin ia paham apa yang kumaksudkan. “Bundaa….. Lia ga mau kehilangan bunda, jangan tinggalin lia bundaa..!!” Tangisnya memekik, merebut perhatian semua orang diruang tunggu ICU ini. Semua mata menatap kami tapi mereka diam seolah mahfum dengan keadaan kami.

Dalam setiap rangkaian doaku tak pernah aku mengucapkan kata-kata menyerah “kalo memang hendak Engkau ambil maka mudahkan,” tak pernah aku menyebut kata-kata itu. Aku selalu minta kesembuhan, kesembuhan karena aku memang menginginkan istriku benar-benar sembuh.

Sepertinya kini aku harus menyerah dan pasrah “Ya.. Robb jika memang Engkau menentukan jalan lain aku ikhlas ya Allah…., mudahkan jalan istriku untuk menghadapmu dengan khusnul khootimah.”

Menurut suster dalam kondisi seperti ini pasien masih bisa mendengar. Kubimbing istriku menyebut kalimat “LAAILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR ROSULULLAH..” perlahan aku membimbingnya. Rasanya aku mengerti betul setiap helaan nafasnya, raga kami bagai menyatu. Kuulang hingga berkali-kali dengan helaan nafas yang terirama pelan. Dua bulir bening tersembul dari sudut matanya. Aku merasakan ia sanggup mengikuti kalimat ini, terimakasih ya Allah..!

Kamis, 15 Mei 2008 ...

Aku terbangun ketika tiba-tiba seorang suster memanggil “Keluarga ibu Siti Nurhayati..!” Aku bergegas masuk ke ruang ICU, jam menunjuk Pukul 05.05, masih pagi dengan hawa dingin yang menyusup tulang. “Ma’af pak, ibu sudah tidak ada.” ujar suster tadi singkat. Meski aku tau maksudnya tapi aku masih tak percaya. Kutengok layar monitor yang terhubung ketubuh istriku. Tak ada lagi yang bergerak disana.

Bagai tersambar petir, kudekap tubuh lemas istriku. Bibirnya menoreh segaris senyum. “INNA LILLAAHI WAINNA ILAIHI ROOJIUUN.” Aku lunglai terduduk disampingnya tapi tak ada lagi air mata yang keluar. “Bun, Ayah ikhlas melepas bunda, Allah telah memilihkan jalan terbaik buat kita.”

Selamat Jalan Istriku…… jemput aku dan anak-anak nanti di pintu SurgaNya.

Semoga bermanfaat bagi yang membacanya ....

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ..."

Sumber pelangimuslim.com

Link : http://bit.ly/SuamiSetia